Share

Covid-19 di Jakarta Melonjak, Anies: Keterisian Tempat Tidur Setengah dari Puncak Delta

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 09 Februari 2022 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 338 2544428 covid-19-di-jakarta-melonjak-anies-keterisian-tempat-tidur-setengah-dari-puncak-delta-k7SPjzIYQ1.jpg Anies Baswedan. (Foto: IG Anies)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 di Jakarta mencapai kisaran 60 persen. Meski demikian, Ia menegaskan bahwa angka tersebut masih setengah dari puncak kasus gelombang kedua pada Juli 2021 lalu.

"Saat ini tingkat keterisian rumah sakit ada pada kisaran 60% yang kapasitas untuk perawatan pasien Covid-19 masih setengah dibandingkan dengan kapasitas pada saat puncak gelombang kedua tahun lalu. Jadi kalau sekarang 60% dari kapasitas, separuh saat gelombang kedua artinya memang masih amat kecil," ucap Anies dalam akun Instagram @aniesbaswedan dikutip, Rabu (9/2/2022).

Sebagai langkah antisipasi, Anies memerintahkan jajaran Pemprov DKI untuk terus meningkatkan kapasitas tempat tidur dan kapasitas ICU.

Baca juga:  Kematian Akibat Varian Omicron Rendah, Anies: Jangan Terlena dan Menyepelekan Keadaan

"Kita terus meningkatkan kapasitas tempat tidur, kapasitas ICU di rumah sakit yang merawat pasien Covid-19," ujarnya.

Lebih lanjut, Anies mengatakan dengan meningkatkan kapasitas tempat tidur maka dapat menekan persentase keterisian. Kendati demikian, harus tetap berhati-hati terhadap potensi gelombang ketiga akan melebihi gelombang kedua.

"Ke depannya tentu kita akan meningkatkan kapasitas itu. Bila kapasitas meningkat, prosentasenya akan mengecil. Tapi kita tetap harus hati-hati," imbuhnya.

Sebelumnya, Anies menyebut angka kasus aktif Covid-19 per 7 Februari 2022 mencapai 74 ribu kasus. Namun, Ia mengklaim bahwa tren angka kematian tidak seperti gelombang kedua atau varian Delta pada Juli 2021 lalu.

"Per kemarin tanggal 7 Februari 2022 kasus aktif di Jakarta mencapai 74 Ribu. Dua hari sebelumnya yaitu 6 Februari 2022 penambahan kasus harian mencapai angka 15.825 kasus baru dalam sehari. Jumlah kasus baru ini melampaui rekor penambahan kasus harian yang pernah terjadi sebelumnya 12 Juli 2021 karena pada saat itu sekitar 14.500. Sehingga kita jumlah angka kasus harian sudah lebih tinggi dibandingkan pada saat kita mengalami puncak gelombang kedua," ucap Anies dalam akun Instagram @aniesbaswedan.

"Untuk angka kematian dapat kita sampaikan bahwa trennya tidak mengikuti tren gelombang kedua. Bila pada saat puncak gelombang kedua yang lalu angka kematian positif Covid-19 mencapai 200-an dalam sehari. Saat ini angka kematian Covid-19 dalam kisaran 30 per hari," tambahnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini