Share

Jangan Mudah Terprovokasi Teriakan Maling!

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 11 Februari 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 11 338 2545763 jangan-mudah-terprovokasi-teriakan-maling-mdYXgP6Cfa.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan meminta masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya agar tidak mudah terprovokasi dengan teriakan maling saat sedang di tempat umum seperti jalan raya.

Zulpan meminta masyarakat untuk berpikir jernih dan dan memastikan terlebih dahulu apakah orang yang dituduhkan sebagai maling benar-benar pelaku kejahatan atau kriminalitas. Dirinya tidak membenarkan adanya aksi main hakim sendiri, apalagi yang berujung kematian.

"Jadi saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak mudah percaya dengan provokasi dan kami menghimbau agar masyarakat tidak juga dengan mudahnya melakukan main hakim sendiri yang berdampak fatal seperti kasus yang kita sampaikan hari ini," kata Endra Zulpan, Jumat (11/2/2022).

Apabila masyarakat mengetahui di wilayahnya mengetahui ada aksi kriminalitas ataupun teriakan maling agar mengamankan pelaku dan membawanya ke kantor kepolisian terdekat.

"Dalam aksi provokasi di Tarumajaya ini misalnya, korban memang betul-betul mencari kucing nya yang hilang, namun karena aksi provokasi teriakan maling mengakibatkan orang yang tidak tahu persoalannya terprovokasi melakukan aksi yang mengakibatkan korban meninggal dunia," jelas Endra Zulpan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus penganiayaan dan pengeroyokan dengan didahului aksi provokasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (11/2/2022).

Akibat pengeroyokan pada 6 Februari 2022 dini hari tersebut seorang pemuda yang sedang mencari kucing berinisial LEH (17) meninggal dunia setelah diteriaki maling dan dianiaya oleh sejumlah pemuda yang kebetulan sedang akan melakukan aksi tawuran dan membawa sajam hingga meninggal dunia.

Kasus pengeroyokan berawal dari provokasi juga sebelumnya menimpa seorang lansia Wiyanto Halim (89) yang sedang mengemudikan mobil. Ia dikejar oleh sejumlah massa yang meneriakinya maling mobil.

Padahal setelah ditelusuri kepolisian yang bersangkutan bersenggolan dengan sepeda motor hingga jatuh dan kemudian diteriaki maling karena terus melaju dengan mobilnya.

Korban akhirnya tewas usai dikeroyok sejumlah warga di Jalan Pulokambing, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (23/1/2022) dini hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini