Share

Kenapa Anggota Brimob yang Dibegal Tidak Melawan?

Erfan Maaruf, iNews · Rabu 16 Februari 2022 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 338 2548341 kenapa-anggota-brimob-yang-dibegal-tidak-melawan-lqweSfGVnE.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Anggota Brimob Aipda Edi Santoso dibacok dengan menggunakan senjata celurit oleh kelompok begal remaja di Bekasi Kota. Dia tidak melakukan perlawanan pada para remaja karena tidak dibekali senjata dan hanya bertugas sebagai administrator di Mako Brimob Polri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan ada lima orang tersangka yang ditangkap di antaranya MH (17), MI (21), AM (16), MAL (17), dan NH (16). Para pelaku memiliki peran bermacam-macam ada yang membonceng, membacok, mengambil motor dan menjual.

Aipda Edi dibacok dengan menggunakan celurit sepanjang 50 centimeter. Saat diamankan ada dua celurit yang disita oleh pihak kepolisan.

"Barang bukti yang berhasil disita penyidik satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dua buah celurit," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Rabu (16/2/2022).

Setelah korban Aipda Edi jatuh dari motor dan kemudian para pelaku membawa kabur motor tersebut. Zulpan menyebut Aipda Edi tidak melakukan perlawanan saat hendak dilakukan pembegalan karena tidak dibekali senjata.

"Anggota tidak bawa senjata, karena dia bagian administrasi," jelasnya.

Sebelumnya, Aipda Edi Santoso menjadi korban begal sepulang kerja saat melintas di Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Kota Bekasi. Aksi pembegalan itu terjadi pada Selasa 15 Februari 2022, sekira pukul 02.00 WIB.

Endra Zulpan mengatakan lima orang yang ditangkap di antaranya MH (17), MI (21), AM (16), MAL (17), dan NH (16). Para pelaku memiliki peran bermacam-macam ada yang membonceng, membacok, mengambil motor dan menjual.

"Jadi, modusnya, mereka menentukan lokasi yang dianggap sepi di jam-jam tertentu kemudian secara bersama-sama saat kejadian tiga orang naik motor berboncengan. Setelah menemui korban, mereka pepet motornya dan langsung melakukan pembacokan dan saat korban terjatuh mereka mengambil motor korban," kata Zulpan.

Kelima tersangka telah melakukan aksi pembegalan ini selama satu tahun terakhir di lima lokasi berbeda. Meski polisi belum menjelaskan secara detail perihal lokasi yang menjadi tempat pembegalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini