Share

Dor! Pemuda di Kramat Jati Tertembak di Perut

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 17 Februari 2022 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 17 338 2548628 dor-pemuda-di-kramat-jati-tertembak-di-perut-Kn4eIHKTLX.jpg Ilustrasi (Foto: irish times)

JAKARTA - Pemuda bernama Fadillah Rafi (19) harus dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah menjadi korban peluru nyasar di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia menjadi korban peluru nyasar pada bagian perut.

Terkait itu, pihak keluarga korban sendiri sudah membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/B/748/II/2022/SPKT/Polda Metro Jaya, pada 11 Februari 2022 lalu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menyebut saat ini kasus tersebut masih menyelidiki laporan dugaan peluru nyasar tersebut.

"Masih lidik. Ditangani Krimum," kata Zulpan saat dihubungi, Kamis (17/2/2022).

Ibu korban Musliari menceritakan kronologi sebelum anaknya terkena peluru nyasar tersebut. Insiden tersebut diketahui terjadi pada 11 Februari 2022 lalu.

Saat itu, korban yang baru pulang kerja diajak keluar temannya untuk meminum kopi. Singkat cerita, usai minum kopi, korban dan rekannya kembali untuk pulang, namun di tengah perjalanan yakni di Kramat Jati, Jakarta Timur mereka terhadang karena adanya aksi tawuran.

Baca juga: Dikira Kembang Api, Peluru Misterius Nyasar Rumah Warga di Flores Timur

"Di Kramat Jati, di depan Gedung Jasamarga menurut temannya ini kebetulan ada tawuran warga. Anak saya ini meminggirkan motornya tiba-tiba melesat itu (peluru) kena perut anak saya," jelasnya.

Baca juga: Proyektil Berhasil Diangkat, Kondisi Bocah Kena Peluru Nyasar Makin Membaik

Saat itu, Rafi langsung tak sadarkan diri di lokasi kejadian. Temannya yang melihat Rafi, langsung bergegas mencari pertolongan untuk membawa Rafi ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Namun, pahitnya Rafi selalu ditolak oleh rumah sakit atau puskesmas itu.

Sampai pada akhirnya, Rafi dibawa oleh rekannya ke RSCM, Jakarta Pusat. Hingga Rabu (16/2/2022), Rafi masih terbaring lemas di rumah sakit karena mendapatkan luka cukup serius di bagian usus akibat tembakan.

"Temannya ini telepon temannya yang bawa mobil untuk bawa Rafi. Saya dihubungi temannya ini bilang Rafi di RS," ungkapnya.

Musliari berharap dengan laporan yang ia buat, anak kandungnya itu bisa mendapatkan keadilan. Dia mengeluhkan biaya perawatan Rafi yang sudah membengkak karena ekonomi keluarga yang tidak tercukupi.

"Jadi, anak saya itu tulang punggung keluarga. Dia baru kerja tiga bulan," pungkasnya.

Baca juga: Lima Remaja Begal Anggota Brimob Ditangkap saat Asyik Nongkrong

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini