Share

Palsukan Surat Hasil Antigen, Para Pelaku Diduga Bobol Sistem PeduliLindungi

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 25 Februari 2022 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 338 2553021 palsukan-surat-hasil-antigen-para-pelaku-diduga-bobol-sistem-pedulilindungi-avilQCuZid.jpg Ilustrasi penjara (Foto: Antara)

TANGERANG - Komplotan pembuat surat hasil antigen palsu diamankan aparat Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada 23 Februari 2022. Total ada 4 tersangka yang terlibat, dan salah satunya berinisial AR diduga membobol sistem aplikasi PeduliLindungi untuk memalsukan hasil test.

Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Rezha Rahandi mengatakan, tersangka merupakan pegawai honorer di kantor kelurahan. Hingga saat ini, pihaknya masih tetap melakukan penyelidikan apakah benar tersangka AR masuk ke sistem secara ilegal, ataukah ada cara lain yang digunakan pelaku untuk membuat surat hasil antigen.

"Kita masih dalami apakah dia ada bantuan dari petugas klinik atau tidak. Kita juga masih menelusuri bagaimana cara dia mengubah data di Aplikasi PeduliLindungi, apakah benar ada ilegal akses atau tidak," ujarnya pada Jumat (25/2/2022).

Baca Juga:  Nyeberang ke Palembang, Oknum CPNS Bangka Barat Gunakan Surat Antigen Palsu

Rezha melanjutkan, untuk mengeluarkan surat hasil antigen, AR mengaku hanya membutuhkan NIK dari calon penumpang kemudian dia akan membuat status calon penumpang tersebut negatif Covid-19.

"Semua masih didalami, hanya saja dari pengakuan awal dia main sendiri ambil dari internet, dan disambungkan," lanjutnya.

Sementara itu, tersangka AR dihadapan awak media mengakui bahwa dia bukan petugas klinik dan tidak dibantu siapapun saat masuk ke aplikasi Peduli Lindungi. Dia juga mengakui bahwa tindakannnya itu dia contoh dari internet.

"Browsing aja di internet, ada semua. Bukan petugas klinik, gak dibantu orang," ujar AR.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pelaku Pemalsuan Surat Antigen untuk Pelamar Kerja

Atas perbuatannya, AR dan ketiga tersangka lainnya terancam hukuman 6 tahun penjara, dan disangkakan pasal 263 KUHP, 268 Ayat (1) KUHP, Pasal 93 jo Pasal 9 Ayat (1) UU No 6 Tahun 2018 dan/atau Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini