Share

Lagi Asyik Makan Nasi Uduk, Warga Depok Tiba-Tiba Dibacok

Adhita Dian, MNC Portal · Minggu 06 Maret 2022 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 06 338 2557273 lagi-asyik-makan-nasi-uduk-warga-depok-tiba-tiba-dibacok-4b7WKX1X0l.jpg Warga Depok jadi korban pembacokan saat tengah asyik makan nasi uduk (Foto: MPI)

DEPOK - Salah satu warga dibacok saat tengah asyik makan nasi uduk oleh gerombolan pemuda menyerang di Situ Pitara Siwagandu Kavling Raya Cagar Alam, Pancoran Mas, Depok pada Minggu (6/3/2022) din i hari.

Salah satu korban selamat, Ridho (18) mengatakan ia dan temannya dapat menghindar dari serangan saat peristiwa terjadi. Saat itu, Ridho dan seorang rekannya hendak pergi ngopi.

"Saya dari rumah berdua sama teman, mau ngopi di rumah teman dekat lapangan Koni, pas lagi di prapatan saya dengar ramai orang pada nyanyi," katanya kepada MPI.

Begitu melihat keberadaan Ridho dan rekannya sontak pelaku langsung membabi buta mengejar. "Mereka liat saya mereka ngomong 'Nah, nih dia, nih orangnya, matiin aja matiin', otomatis saya kabur. Temen saya kabur ke hutan, saya kabur lurus, untungnya di situ ada rumah yang pintunya masih kebuka," terangnya.

Beruntung, Ridho dan rekannya tidak terkena sabetan sajam. Namun, korban lain Imam Sudiro (27) harus mendapatkan beberapa jaitan di bagian punggung belakangnya. Imam menjelaskan saat itu ia usai memancing.

"Habis mancing Galatama ikan lele, teman-teman singgah di toko umpan. Kami mesan nasi uduk (dekat situ), baru berapa suap tiba-tiba ada gerombolan bocah sekitar 10 motor, 1 motor 3 orang," katanya.

Imam mengatakan seseorang di antara mereka langsung berteriak kepadanya.

"Tiba-tiba bocah yang tidak jelas langsung teriak 'Ini dia yang gue cari', Tiba-tiba saya langsung dibacok di punggung," katanya.

Imam langsung dilarikan ke rumah sakit bersama dua orang korban lainnya. Ia mengatakan, sempat dibawa ke RS Bhakti Yudha. "Sempat ke Bhakti Yudha, terus dibawa lagi ke Fatmawati, sampai sana cuma diinfus aja, baru dapat penanganan sekitar jam 08.00 WIB," terangnya.

Menurut Imam, luka yang dialaminya masih cukup ringan dibandingkan luka dua korban lainnya.

"Untuk korban yang paling parah itu megalami luka yang sangat serius dari bagian kepala, tangan dan beberapa bagian tubuh lainnya sampai terlihat sekilas seperti tulangnya. Kalau korban satu lagi bengap di bagian mata dan menurut keterangan keluarganya dipukul menggunakan benda tumpul, di bawah ketiak robek dan jari kelingking tangan itu kurang jelas entah patah atau sobek" terangnya.

Imam sudah dibolehkan pulang dan beristirahat di rumah pada Minggu siang, sementara dua korban lain masih menjalani perawatan di RS Fatmawati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini