Share

Cinta Ditolak Jadi Motif Pembunuhan di Kamar Kos Sawah Besar

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 09 Maret 2022 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 09 338 2558941 cinta-ditolak-jadi-motif-pembunuhan-di-kamar-kos-sawah-besar-ReecI6T972.jpg Konferensi pers terkait kasus pembunuhan dan pemerkosaan di Sawah Besar (Foto : MPI)

JAKARTA - Polisi menungkap motif pembunuhan dan pemerkosaan tersangka MA (23) terhadap AW (19) di sebuah kamar kos kawasan Sawah Besar Jakarta Pusat. Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom menyebut MA nekat menghabisi nyawa AW dilatar belakangi sakit hati karena cintanya ditolak.

Kepada polisi pelaku mengaku sempat mencekik korban selama 5 menit dan memperkosanya.

"Jadi memang hasil keterangan bap dari tersangka, pada saat itu yang bersangkutan mencekik korban terus korban tidak sadarkan diri terus dilakukan pemerkosaan jadi memang korban dari hasil keterangannya itu belum mengetahui korban itu meninggal atau pingsan," ujar Maulana saat konferensi pers di Mapolres Jakarta Pusat, Rabu (9/3/2022).

"Namun pada saat dia melakukan pencekikan 5 menit, korban langsung tidak sadarkan diri, ketika tidak sadarkan diri lalu diperkosa, kemudian ditinggalkan dalam keadaan pakaiannya setengah terpisah," imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto mengungkap bahwa modus pelaku berawal sakit hati karena cinta ditolak oleh korban AW. Hal itu membuat MA gelap mata hingga tega menghabisi nyawa korban.

"Tempat kejadian kamar kos milik AW di lantai 2 modus operandi adalah tersangka sakit hati karena cintanya ditolak jadi tersangka menaruh hati pada korban menurut tersangka korban pun punya perasaan sama karna setiap harinya korban selalu mau diantar ke tempat kerja pulang pun dijemput jadi mungkin perasaan tersangka mengisaratkan Korban punya perasaan sama," ucap Setyo.

Follow Berita Okezone di Google News

"Namun, saat tersangka mengungkapkan isi hatinya berulang kali, korban tetap tidak memberikan kesempatan selain itu juga rasa cemburu dimana korban selalu berkomunikasi dengan mantannya," imbuhnya.

Sebelumnya, Setyo mengatakan, tersangka MA dijerat Pasal 352 subsidair Pasal 286 KUHP tentang penganiayaan dan perkosaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Itu artinya bahwa perkara saat ini adalah perkara penganiayaan yang sebabkan matinya korban perkosaan dan pencurian dengan kekerasan serta tindak penganiayaan. Ancaman hukuman tersangka maksimal 15 tahun," tutur Setyo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini