Share

Sidang Penyekapan Pengusaha oleh Oknum TNI, Kepemilikan Senpi hingga Singgung Uang Miliaran

Thomas Pulungan, Sindonews · Kamis 24 Maret 2022 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 338 2566993 sidang-penyekapan-pengusaha-oleh-oknum-tni-kepemilikan-senpi-hingga-singgung-uang-miliaran-KSR1v6hQ5A.jpg ilustrasi: freepik

JAKARTA โ€“ Pengadilan Militer II-08 Jakarta kembali menggelar persidangan lanjutan kasus dugaan penyekapan pengusaha di Depok Atet Handiyana Juliandri Sihombing oleh oknum anggota TNI. Sidang menghadirkan Muis dan Ichsan selaku karyawan PT Indocertes sebagai saksi.

(Baca juga: Sidang Perkara Penyekapan Pengusaha di Depok, Hakim Cecar Aliran Dana Rp41 Miliar)

Diketahui, kasus penyekapan ini ternyata terkait penggelapan uang PT Indocertes yang diduga dilakukan oleh Atet. Saksi Muis menyatakan bahwa Atet telah berjanji mengembalikan uang perusahaan alutsista pada 25 Agustus 2021.

Klaim pemberian terhadap pejabat TNI inilah yang kemudian melibatkan terdakwa Lettu Chb HS dan Mayor H untuk mengklarifikasi. Dikatakan saksi Ichsan, Atet ternyata memang tidak pernah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum TNI seperti yang dia klaim sebelumnya.

(Baca juga: Pengusaha di Depok Ngaku Disekap Orang Suruhan Perusahaan, Ini Faktanya)

โ€œAtet lalu berjanji mengembalikan uang sebesar Rp30 miliar yang masih disimpan di rumahnya. Dia mengaku sebagian sudah dibelikan mobil, motor, dan aset lain,โ€ ujar saksi Ichsan menceritakan kronologi peristiwa di persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Letkol Chk Rizki Gunturida.

Oditur Mayor Chk Upen Jaya Supena lalu bertanya kepada saksi Ichsan alasan mengajak terdakwa Lettu Chb HS untuk ikut mengantar ke kediaman Atet di Depok.

โ€Saya merasa risau dengan Atet karena dia punya senjata api,โ€ jawab Ichsan. Dia bercerita jika Atet pernah menanyainya soal seluk-beluk senjata api seraya menunjukkan pistol miliknya. โ€œPak Ichsan ngerti soal pistol enggak? Ditunjukkanlah pistolnya, ditaruh di meja,โ€ ujar saksi Ichsan.

Hakim juga mempertanyakan mengenai kejanggalan penyerahan uang tunai dalam jumlah besar tersebut tanpa adanya bukti, seperti kuitansi ataupun saksi seperti yang diungkapkan Atet Handiyana dalam persidangan. Mengenai hal tersebut, di persidangan Atet mengatakan pernah bertanya kepada KS mengenai maksud dari pemberian uang Rp41 miliar.

"Saya mempertanyakan ke beliau, ini uang apa? Uang perusahaan, uang pribadi atau uang apa. Sudah kamu pakai saja," ujar Atet menirukan perkataan KS, owner PT Indocertes.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sebelumnya, Oditur Militer Letkol Chk Upen Jaya Kusuma mendakwa Lettu Chb HS terlibat melakukan penyekapan Atet Handiyana di Hotel Margo pada 25-27 Agustus 2021 dalam persidangan Kamis (21/1/2022).

Atas perbuatannya, Lettu Chb HS didakwa tiga pasal berlapis meliputi dua pasal KUHPidana, yaitu Pasal 333 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan satu pasal terkait Keputusan Panglima TNI. Rencananya sidang lanjutan pemeriksaan saksi kasus dugaan penyekapan terhadap Atet Handiyana akan digelar pada Kamis (7/4/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini