Share

Anies Ajak Masyarakat Berpartisipasi di Aplikasi Jaki, Pelapor Dilindungi Privasinya

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 24 Maret 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 338 2567343 anies-ajak-masyarakat-berpartisipasi-di-aplikasi-jaki-pelapor-dilindungi-privasinya-r3G1kmrVjK.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melaporkan berbagai peristiwa ataupun situasi yang perlu ditindaklanjuti oleh petugas di Pemprov DKI Jakarta.

Dikatakan Anies, seluruh data dari pelapor akan dijamin kerahasiaannya. Bahkan Anies sudah melakukan training kepada jajarannya yang melakukan respons tindak lanjut dari laporan warga di aplikasi Jakarta Kini (Jaki).

Hal tersebut ia sampaikan dalam webminar March Festival Road to Digital Innovation Awards 2022 yang diselenggarakan MNC Portal, Kamis (24/3/2022).

Untuk keamanan data online agar privasi terjaga, Pemprov DKI Jakarta membangun sistem pelaporan di aplikasi Jaki agar warga memiliki ruang untuk melaporkan hal-hal disekitarnya dan dapat saling berinteraksi terkait laporan tersebut.

"Di situ kita melindungi informasi pelapornya. Sempat di awal ada pelaksanaan yang kurang menjaga kerahasian pelapor bukan karena sistem tapi karena yang bekerja di lapangan tidak terbiasa dengan penggunaan alat secara digital secara confidential," kata Anies Baswedan.

Agar data identitas dari pelapor tidak terbuka di lokasi yang dilaporkan, Anies mengaku sudah melakukan training terhadap sumber daya manusia (SDM) yang melaksanakan tindak lanjut dari laporan warga di aplikasi Jaki.

"Jadi petugas kita saat ke lapangan tidak menyebutkan nama pelapor, jadi kita melakukan training pada SDM kita (agar tidak mengungkap identitas pelapor di lokasi yang dilaporkan). Kita harus percayakan kepada pakar dan ahlinya serta memiliki track record (soal privasi)," jelas Anies Baswedan.

Tak hanya itu, Anies mengaku membuat sebuah website dengan nama Jala Hoax. Website tersebut berisi berbagai konten dan informasi di ibukota Jakarta yang memenuhinya kualifikasi hoax.

"Kita sebagai warga yang hidup di jaman digital kita harus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Ini benteng terkuat melawan hoax," ucap Anies Baswedan.

Hoax kata dia akan mudah tersebar jika pembacanya tidak memiliki pemikiran kritis atas informasi yang didapat. Keberadaan website tersebut untuk memastikan warga DKI Jakarta sebagai pembaca dapat membentengi diri dari hoax tersebut.

"Berikan tempat untuk warga mengecek. Tumbuhkan sikap kritis untuk melakukan double check. Perkembangan teknologi digital perlu kita sosialisasi kan ke masyarakat. Perubahan itu tidak bisa dicegah, kita masyarakat harus mengantisipasi dengan seksama dan cepat serta membawa manfaat bagi semua," tutup Anies Baswedan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini