Share

Kasus Tukang Siomay Cabul Belum Terungkap, Ini Kendalanya

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 28 Maret 2022 07:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 28 338 2568821 kasus-tukang-siomay-cabul-belum-terungkap-ini-kendalanya-vr10xb1YHI.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

JAKARTA - Polisi menyebut ada sejumlah kesulitan dalam penyidikan dan pengungkapan dugaan kasus pencabulan yang dilakukan tukang siomay, Kusni alias Tebet pada bocah berinisial ZF (6) di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Jadi, pihak polisi juga melakukan pemanggilan, baik dari Kak Seto sendiri turun tangan. Memang agak kurang kooperatif ya, berbagai alasan yang disampaikan," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit saat dikonfirmasi, Senin (28/3/2022).

Menurutnya, kasus tersebut sejatinya dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban pasca pelaku melarikan diri usai didatangi keluarga korban.

Namun, polisi tak memastikan apakah pelaku kabur lantaran adanya kemungkinan aksi main hakim sendiri sebelumnya dari keluarga korban pada pelaku atau tidak.

Maka itu, kata dia, polisi melakukan jemput bola mendatangi rumah korban guna meminta keterangan dari keluarganya. "Sekitar 3-4 kali, kita melakukan pemanggilan (tapi tak pernah datang). Tapi kita jemput bola, kita beberapa kali ke tempat korban sendiri, memang kesulitannya seperti itu," tuturnya.

Di samping kurang kooperatifnya keluarga korban, kesulitan lainnya adalah istri pelaku juga sempat tak memberitahu polisi atau menyembunyikan pelaku saat dia berada di Bekasi usai pelakupulang dari rumah kakaknya di Garut, Jawa Barat.

Sekadar diketahui, Ketua LPAI, Seto Mulyadi sempat mendatangi Polres Jakarta Selatan beberapa waktu lalu guna mempertanyakan perkembangan kasus tersebut. Dipastikan polisi serius menangani kasus pencabulan anak itu, hanya saja memang pihak orangtua korban tak begitu kooperatif.

Menurutnya, dia juga sempat ingin datang ke rumah korban dan janjian dengan orangtua korban. Namun, orangtuanya itu malah mengaku sibuk dan baru pulang ke rumah pukul 00.00 WIB.

"Orangtuanya sangat tidak kooperatif, ayahnya berkali-kali di panggil, ada surat panggilannya, di wa juga, tapi bilang tak bisa dan sibuk. Saya juga janjian (dengan ayah korban), tapi bilangnya sibuk baru pulang jam 13 malam, kalau perlu jam 12 malam saya juga siap datang hanya untuk pertemuan apa yang sebenarnya terjadi betul-betul," terangnya.

Seto juga menyebutkan, dari hasil koordinasi dengan polisi, diketahui kalau kasus tersebut terjadi pada tanggal 21 Januari 2022 lalu dan baru dilaporkan ke polisi pada tanggal 24 Januari 2022. Hanya saja, laporan itu dibuat pasca pelaku kabur dari kediamannya.

"Keluarga korban ini (sebelum melapor ke polisi) sempat datang (ke pelaku) dan mengancam (pelaku ini), setelah diancam segala macam justru itu membuka peluang (bagi pelaku) untuk kabur," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini