Share

KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Ditembak, Pelaku Gunakan Senapan Angin

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 31 Maret 2022 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 338 2570882 krl-tanah-abang-rangkasbitung-ditembak-pelaku-gunakan-senapan-angin-BsHEGhXSod.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Polda Metro Jaya membenarkan penembakan yang diarahkan ke Kereta Rel Listrik (KRL) rute Tanah Abang-Rangkasbitung. Penembakan diduga dilakukan oleh pelaku dengan senapan angin.

"Dugaan sementara memang ini dilihat dari proyektilnya ini jenis senjata jenis senapan angin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Kamis (31/3/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini polisi tengah melakukan pemeriksaan Puslabfor pada proyektil tersebut. Sebab, tembakan senapan angin tersebut memecahkan kaca jendela KRL.

Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Pihaknya saat ini masih memburu siapa pelaku dan motifnya.

 Baca juga: KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Ditembak, Petugas Temukan Proyektil

"Namun untuk pelaku ini belum kita ketahui siapa, termasuk motivasi dari kegiatan atau perbuatan ini belum diketahui," jelasnya.

Sebelumnya, viral soal adanya peristiwa penembakan di Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Tanah Abang-Rangkasbitung pada Rabu 30 Maret 2021 malam.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan bahwa pada awalnya pihaknya menduga adanya pelemparan batu ke KRL. Namun, saat berkoordinasi dengan aparat diketahui bahwa tindakan vandalisme tersebut berasal dari penembakan senapan angin.

Tindakan vandalisme terhadap kereta api sangat berbahaya dan melanggar hukum, sesuai dengan KUHP Bab VII Pasal 194 ayat 1 mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang, menuliskan barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Tidak hanya itu, pada Pasal 180 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, juga mengatur hal yang sama terkait aktivitas vandalisme yaitu setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian. Pelaku pengrusakan diancam hukuman pidana penjara 3 tahun hingga 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 2 miliar.

"Dari aturan-aturan yang sudah jelas tersebut, KAI Commuter sangat mengecam atas tindakan-tindakan vandalisme terhadap sarana dan prasarana kereta api. KAI Commuter juga akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah kewilayahan untuk terus menghimbau kepada masyarakat di sekitar jalur rel untuk melakukan pencegahan tindakan vandalisme tersebut," ujar Anne.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini