Share

Buru Penembak KRL, Polisi Periksa Proyektil Peluru di Labfor

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 31 Maret 2022 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 338 2570907 buru-penembak-krl-polisi-periksa-proyektil-peluru-di-labfor-yEWuEOx7xb.jpg KRL (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya masih memburu pelaku penembakan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Tanah Abang-Rangkasbitung. Saat ini, laboratorium forensik (labfor) juga masih melakukan pemeriksaan proyektil peluru.

"Pelaku masih dicari," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Kamis (31/3/2022).

Baca Juga:  KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Ditembak, Pelaku Gunakan Senapan Angin

Polisi menduga peluru yang ditembakan orang tak dikenal itu berasal dari senjata jenis senapan angin. Proyektil peluru telah diamankan dan dilakukan uji laboratorium forensik.

"Kita sudah mengamankan barang bukti proyektil, ada proyektil kemudian pecahan kaca ya, kaca KRL, sekarang bukti proyektil sedang kita periksakan ke Labfor," tambah Zulpan.

Zulpan menuturkan peristiwa penembakan itu terjadi pada saat KRL baru masuk ke Stasiun Kebayoran. Secara tiba-tiba, ada peluru menyasar ke salah satu kaca gerbong KRL hingga retak dan berlubang.

"Saat kereta masuk ke Stasiun Kebayoran kira-kira 200 meter sebelum stasiun pukul 19.20 WIB telah terjadi penembakan dengan senapan angin yang mengakibatkan kaca sebelah kanan pecah kereta kelima dari depan," jelasnya.

Baca Juga:  KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Ditembak, Petugas Temukan Proyektil

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban akibat tembakan dari senapan angin itu. Kata Zulpan, pihaknya tengah mencari pelaku penembakan itu. Sehingga penyidik juga belum mengetahui apa motif pelaku melakukan penembakan tersebut.

"Pelaku ini belum kita ketahui siapa, termasuk motivasi dari kegiatan atau perbuatan ini belum diketahui," ujar Zulpan.

Sebelumnya, VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, awalnya menduga ada pelemparan batu ke KRL. Namun, saat berkoordinasi dengan aparat diketahui bahwa tindakan vandalisme tersebut berasal dari penembakan senapan angin.

"Dari hasil penelusuran petugas terkait serta koordinasi yang dilakukan oleh petugas KAI Commuter dengan aparat kewilayahan tindakan vandalisme tersebut berasal dari penembakan senapan angin yang menyebabkan kerusakan pada kaca jendela KRL," kata Anne.

Dari hasil penelusuan dan pemeriksaan ditempat kejadian oleh petugas, ditemukan proyektil di dalam KRL 2138 sekitar kaca jendela yang terkena tembakan dari senapan angin tersebut.

"Atas kejadian tersebut, pihak KAI Commuter terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap pelaku tindakan vandalisme tersebut," ujarnya.

Tindakan vandalisme terhadap kereta api sangat berbahaya dan melanggar hukum, sesuai dengan KUHP Bab VII Pasal 194 Ayat (1) mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang, menuliskan barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Tidak hanya itu, pada Pasal 180 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, juga mengatur hal yang sama terkait aktivitas vandalisme yaitu setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian. Pelaku perusakan diancam hukuman pidana penjara 3 tahun hingga 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.

"Dari aturan-aturan yang sudah jelas tersebut, KAI Commuter sangat mengecam atas tindakan-tindakan vandalisme terhadap sarana dan prasarana kereta api. KAI Commuter juga akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah kewilayahan untuk terus mengimbau kepada masyarakat di sekitar jalur rel untuk melakukan pencegahan tindakan vandalisme tersebut," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini