Share

Kronologi Penembakan KRL di Stasiun Kebayoran Lama

Irfan Ma'ruf, iNews · Kamis 31 Maret 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 338 2570926 kronologi-penembakan-krl-di-stasiun-kebayoran-lama-zD3XIprJxD.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di gerbong saat terjadi penembakan ke Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan Tanah Abang-Rangkasbitung. Penembakan terjadi 200 meter sebelum masuk Stasiun Kebayoran Lama.

(Baca juga: KRL Rute Tanah Abang-Rangkasbitung Diduga Ditembak Senapan Angin)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan membeberkan, kronologi peristiwa penembakan itu. Saat itu, KRL baru masuk ke Stasiun Kebayoran Lama. Secara tiba-tiba ada peluru menyasar ke salah satu kaca gerbang KRL hingga retak dan berlubang.

"Saat kereta masuk ke stasiun kebayoran kira-kira 200 meter sebelum stasiun pukul 19.20 telah terjadi penembakan dengan senapan angin yang mengakibatkan kaca sebelah kanan pecah kereta kelima dari depan," ujar Zulpan kepada awak media di Polda Metro Jaya, Kamis (31/3/2022).

Saat ini pihaknya telah mengamankan proyektil peluru tersebut. Kemudian penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang pada saat kejadian ada di gerbong KRL.

"Kita sudah mengamankan barang bukti proyektil, ada proyektil kemudian pecahan kaca ya, kaca KRL, sekarang bukti proyektil sedang kita periksakan ke Labfor," kata Zulpan.

Dalam kejadian tersebut, tidak ada korba. Polisi juga sedang mencari pelaku penembakan itu. Sehingga penyidik juga belum mengetahui apa motif pelaku melakukan penembakan tersebut.

"Pelaku ini belum kita ketahui siapa, termasuk motivasi dari kegiatan atau perbuatan ini belum diketahui," tutup Zulpan.

Sebelumnya, VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan bahwa pada awalnya pihaknya menduga adanya pelemparan batu ke KRL. Namun, saat berkoordinasi dengan aparat diketahui bahwa tindakan vandalisme tersebut berasal dari penembakan senapan angin.

"Dari hasil penelusuran petugas terkait serta koordinasi yang dilakukan oleh petugas KAI Commuter dengan aparat kewilayahan tindakan vandalisme tersebut berasal dari penembakan senapan angin yang menyebabkan kerusakan pada kaca jendela KRL," kata Anne.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dari hasil penelusuan dan pemeriksaan ditempat kejadian oleh petugas, ditemukan proyektil di dalam KRL 2138 sekitar kaca jendela yang terkena tembakan dari senapan angin tersebut.

"Atas kejadian tersebut, pihak KAI Commuter terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap pelaku tindakan vandalisme tersebut," ujarnya.

Tindakan vandalisme terhadap kereta api sangat berbahaya dan melanggar hukum, sesuai dengan KUHP Bab VII Pasal 194 ayat 1 mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang, menuliskan barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Tidak hanya itu, pada Pasal 180 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, juga mengatur hal yang sama terkait aktivitas vandalisme yaitu setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian. Pelaku pengrusakan diancam hukuman pidana penjara 3 tahun hingga 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini