Share

Wali Kota Tangerang Paparkan Aturan Pelaksanaan Ibadah Tarawih Selama Ramadan

Nandha Aprilia, MNC Media · Sabtu 02 April 2022 00:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 338 2571872 wali-kota-tangerang-paparkan-aturan-pelaksanaan-ibadah-tarawih-selama-ramadan-uld9Kdj4P6.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menuturkan aturan terkait pelaksanaan salat tarawih selama bulan Ramadhan 2022 dengan harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Lebih dulu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menjelaskan belum adanya aturan pasti terkait pelaksanaan salat tarawih dari Kementerian Agama (Kemenag) dan masih nenunggu akan aturan itu.

โ€œBelum ada (aturan salat tarawih), kita masih menunggu dari Kemenag," ujarnya saat dihubungi, Jumat (1/4/2022).

Untuk saat ini Pemkot Tangerang masih menerapkan aturan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang mengatur terkait PPKM Level 2.

Dalam aturan itu, tercantum bahwa kapasitas maksimal di masjid atau musala sebanyak 75 persen kapasitas normal.

"Iya (menggunakan inmendagri PPKM Level 2) sementara sambil menunggu dari (Kemenag) terkait tarawih," ungkapnya.

Kendati demikian, dia mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Imbauannya untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Jadi jemaat pakai masker dan bawa alat ibadah sendiri-sendiri," paparnya.

Ia juga meminta kesadaran masyarakat yang miliki gejala seperti halnya batuk, pilek ataupun demam untuk tak sungkan berobat dengan fasilitas yang diberikan oleh Pemkot Tangerang dengan gratis.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"(Yang punya gejala) jangan sungkan ke puskesmas, melakukan pemeriksaan PCRatau antigen. Gratis, diberikan Pemkot Tangerang," tandasnya.

Di sisi lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Ahmad Baijuri Khatib menuturkan bahwa pihaknya mengembalikan sesuai dengan keinginan dari para Dewan Masjid terkait pelaksanaan salat tarawih nantinya.

Kendati demikian, pihaknya pun mengeluarkan imbauan/Taujihat Nomor 37/DP-K.XVI-05/SR/III/2022 dengan menuturkan bahwa aturan terkait salat tarawih sudah boleh berdempetan, kapasitas jamaat di masjid dan musalah tidak dibatasi.

"Kami tidak mewajibkan masjid atau musala untuk merapatkan saf, itu kembali ke dewan kemakmuran masjid (DKM) masing-masing," paparnya dalam keterangan yang diterima MNC Portal, Jumat (1/4/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini