Share

Meski Gerimis, Warga Tetap Serbu Pedagang Takjil di Kranji Bekasi

Jonathan Nalom, MNC Media · Minggu 03 April 2022 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 03 338 2572508 meski-gerimis-warga-tetap-serbu-pedagang-takjil-di-kranji-bekasi-BashHL6OTs.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

BEKASI - Menjelang waktu berbuka puasa warga kota Bekasi antusias menyebut sentra takjil yang berada di Jalan Komodo Raya, Kranji, Kota Bekasi. Cuaca gerimis bahkan tidak menyurutkan masyarakat untuk jajan di hari pertama puasa.

Pantauan MNC Portal Indonesia, keramaian sudah terlihat sejak pukul 16.39 WIB. Terlihat jalanan raya tersebut telah dipadati sejumlah pembeli dan pedagang baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki. Sesekali jalanan tersebut harus tersendat karena ramaianya masyarakat.

BACA JUGA:Hari Pertama Puasa, Penjual Kurma dan Air Zamzam di Pasar Tanah Abang Masih Tunggu Rezeki Ramadan 

Cuaca gerimis membuat masyarakat jajan dengan menggunakan payung. Bahkan sejumlah pengendara memilih membeli dagangan dengan tetap menggunakan jas hujannya.

Di lokasi sendiri, dagangan yang disediakan juga beragam mulai dari gorengan, lontong, pecel sayur hingga makanan berat. Pedagang lainnya juga terlihat berjualan minuman-minuman segar.

BACA JUGA:Bulan Ramadan, Penumpang Boleh Buka Puasa di KRL 

Salah satu pedagang gorengan bernama Yamiyatun (48) mengatakan bahwa dirinya telah membuka dagangannya sejak pukul 14.00 WIB. Dia mengaku sempat takut sebab pada siang hari di Kota Bekasi sempat diguyur hujan.

“Alhamdulillah sekarang mulai ramai (pembeli) tadi sempat khawatir juga sempat diguyurin kan (hujan),” kata Yamiyatun di lokasi, Minggu (3/4/2022).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Yumi sapaan akrabnya mengaku harus menaiki harga dagangan gorengannya. Harga gorengan per buahnya ditaksir Rp 1.500.

“Naik juga sama, kan nyari minyak (goreng) aja kan susah,” tutur dia.

Pedagang lainnya, Nur (43) mengaku lapaknya dibuka hanya untuk berjualan di tengah bulan suci ramadan. Dirinya berharap dapat meraup keuntungan dari hasil dagangannya, sebab, semenjak pandemi Covid-19 melanda, omset penjualannya harus turun.

“Omset turun 50 persen gara-gara Covid-19, pedagangnya ada tapi pembelinya agak turun mungkin karena banyak pengangguran,” ungkap dia.

“Insya Allah ramai tahun ini. Kalau diliat sekarang masih biasa aja, belum kelihatan masih hari pertama,” sambungnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini