Share

Jaktim Diprediksi Alami Pergeseran Tanah, Camat Pasar Rebo: Memang Ada yang Rawan Longsor

Muhammad Farhan, MNC Portal · Senin 04 April 2022 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 04 338 2573208 jaktim-diprediksi-alami-pergeseran-tanah-camat-pasar-rebo-memang-ada-yang-rawan-longsor-nLwY60ACUN.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merilis data potensi pergerakan tanah di sejumlah wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada April 2022. Khusus wilayah Jakarta Timur, Camat Pasar Rebo membenarkan adanya pergeseran tanah di wilayahnya dan berpotensi longsor.

Camat Pasar Rebo, Mujiono menegaskan wilayahnya secara geografis memang termasuk rawan pergeseran tanah karena terdapat kemiringan antar lahan yang cukup signifikan. Mujiono sampaikan perbedaan kemiringan dapat mencapai satu hingga tujuh meter sehingga berpotensi longsor.

"Fluktuasi kemiringan dan perbedaan antara lahan yang satu dengan lain terkadang bisa 1-7 meter. Hampir semua Kelurahan di Pasar Rebo ada yang rawan longsor," kata Mujiono kepada wartawan, Senin (4/4/2022).

Mujiono menjelaskan pihaknya sudah melakukan pencegahan pergeseran tanah hingga longsor dengan melakukan pemetaan. Dia pun menyampaikan tercatat lima kelurahan yang telah dipetakan memiliki potensi ancaman longsor meski hingga saat ini belum terlihat bahayanya.

"Kegentingan atau kedaruratannya belum terlihat, semoga terus demikian. Namun untuk antisipasi pergeseran tanah di Pasar Rebo biasanya dengan turap tembok yang kuat," tutur Mujiono menambahkan.

Mujiono menjelaskan warga di wilayahnya yang memiliki lahan di lokasi rawan pergeseran tanah sudah memiliki kesadaran untuk membangun turap secara mandiri. Diketahui, turap adalah sebuah struktur berupa dinding yang dibuat untuk menahan pergeseran lateral tanah.

"Sementara untuk lahan aset Pemprov DKI Jakarta di lokasi rawan pergeseran telah dibuatkan turap oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan pihak dinas terkait lainnya," katanya.

Mujiono mengungkapkan pihaknya sendiri hingga saat ini masih menunggu hasil kajian resmi dari BPBD DKI Jakarta terkait potensi pergeseran tanah guna melakukan langkah-langkah pencegahan.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"Infonya baru dari media massa. Bahwa sesar (patahan) Cibatu yang tadinya hanya sampai Setu, Bekasi sekarang potensinya sesar tersebut sampai Tangerang. Namun hasil kajian dan info resmi (BPBD DKI) belum kami dapatkan," ucap Mujiono mengabarkan.

Sebelumnya, BPBD DKI memperkirakan wilayah potensi terjadi pergerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

"Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di zona menengah pergerakan tanah," tulis akun Instagram @bpbddkijakarta dikutip.

Adapun wilayah Jakarta Selatan, meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan. Kemudian, Jakarta Timur meliputi Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini