Share

Kisah Perjalanan Pemudik dari AS ke Bojonegoro

Dinar Fitra Maghiszha, · Minggu 01 Mei 2022 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 01 338 2588136 kisah-perjalanan-pemudik-dari-as-ke-bojonegoro-M7zJ3gh0Ze.jpg Rico mudik dari Amerika Serikat ke kampungnya di Bojonegoro. (Dinar Fitra)

JAKARTA - Momen Lebaran tahun 2022 menghadirkan kisah dari para pekerja migran yang melaksanakan mudik ke kampung halaman. Pundi-pundi rupiah jadi modal perjalanan tak peduli puluhan ribu kilometer jarak memisahkan.

Setidaknya itulah yang curahan hati Rico, seorang pekerja kapal pesiar di Amerika Serikat (AS), ketika ditemui MNC Portal Indonesia, kala menunggu keberangkatan bus menuju Bojonegoro, Jawa Timur, di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (1/5/2022).

Rico yang berangkat dari Seattle, Amerika Serikat (AS), mengaku sempat kesulitan mengamankan tiket kereta api dari Jakarta menuju Bojonegoro, kendati sudah mengincarnya sejak seminggu terakhir.

"Saya baru sampai Indonesia jam 3 pagi pakai Japan Airlines, sudah cari tiket sejak tanggal 22 April tapi susah, akhirnya dipesenkan istri saya naik bus ini," kata Rico.

Berangkat di waktu yang mepet membuat pria berusia 40 tahun ini mengkhawatirkan ada kendala kemacetan di jalan yang akhirnya dapat membuatnya terlambat.

"Kalau normal itu jam 5 pagi sampai, semoga gak ada macet di tol. Tapi, ya gapapa kalau memang Lebaran di jalan" ucapnya sembari menuturkan bahwa lebaran ini merupakan fase kebangkitan ekonominya.

Dia mengungkapkan, selama pandemi, bisnis kapal pesiar di AS sempat terpuruk akibat minimnya pengunjung. Di tengah vaksinasi yang meningkat, geliat aktivitas pariwisata diakuinya mulai hidup kembali.

"Saat itu (pandemi) kita shutdown semua, di kapal pesiar ga ada tamu, jadi saya saat itu sempat ada di rumah," ucapnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Rico berangkat dari Jakarta pukul 3 sore menggunakan Bus Agra Mas, dan menargetkan bisa tiba di tujuan tepat waktu. Dirinya mengharapkan pandemi cepat berlalu, agar dapat memberikan kesempatan luas bagi para pekerja domestik untuk mengais rezeki.

"Dulu saya pernah kerja di hotel di Indonesia, ya kebetulan dapat di luar negeri. Semoga ini bisa jadi lebih baik," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini