Share

Dihipnotis Lewat Telepon, Pengemudi Ojol Kehilangan Tabungan Rp12 Juta untuk Sekolah Anak

Adhita Dian, MNC Portal · Sabtu 07 Mei 2022 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 07 338 2590442 dihipnotis-lewat-telepon-pengemudi-ojol-kehilangan-tabungan-rp12-juta-untuk-sekolah-anak-WCKCq5zD7V.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

DEPOK – Nasib buruk dialami Ari Setiawan (33), seorang pengemudi ojol, yang ditipu oleh orang yang mengaku sebagai petugas salah satu bank BUMN. Akibatnya, Ari kehilangan dana sebesar Rp12 juta yang diambil dari ATM-nya. 

Kepada MNC Portal Indonesia Ari mengatakan bahwa dia ditelepon oleh pelaku saat sedang santai.

BACA JUGA: Ngeri! Remaja di Cengkareng Kena Hipnotis, Handphone dan Motor Raib 

"Itu saya baru pulang narik (ojol), sore lah tiba-tiba ditelpon suaranya laki-laki," jelas Ari, Sabtu (7/5/2022) sore.

Dia mengaku tak curiga karena suara yang ia dengar mirip dengan pihak bank yang sebelumnya pernah ia telpon.

"Jadi sebelum ini saya pernah menggunakan aplikasi mobile banking, karena gangguan saya komentar di playstore, kemudian gak lama muncul e-mail dan saya dihubungi lewat Whatsapp, katanya suruh uninstall aplikasinya terus install lagi," kata Ari.

Pelaku menggunakan nomor yang hampir sama dengan nomor pihak bank yang menghubungi Ari. "Ya saya nurut aja, ada link saya klik, trus saya disuruh tunggu 20 menitan," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Usai melakukan aksinya tanpa diketahui Ari, nomor whatsapp Ari langsung diblokir oleh pelaku. Sebelumnya Ari tidak mengetahui saldo di ATMnya dikuras habis.

"Saya baru sadar pas setelah itu saya ke ATM, kok saldo saya tinggal Rp170 ribu, itu saya masih bingung, linglung gitu," tambah Ari.

Setelah memeriksa mutasi rekening, Ari baru mengetahui terjadi transaksi di luar kehendaknya. Pelaku memindahkan uang di rekening Ari sebanyak tiga kali transaksi masing-masing Rp5 juta, Rp5 juta dan Rp2 juta.

Akibat kejadian penipuan ini, Ari kehilangan tabungan yang telah ia kumpulkan sejak 2018 untuk biaya sekolah anaknya. Ari menambahkan, ia telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Depok.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini