Share

Tak Hanya Sasar Anak-Anak, Wagub DKI Sebut Hepatitis Akut Juga Serang Orang Dewasa

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 11 Mei 2022 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 338 2592639 tak-hanya-sasar-anak-anak-wagub-dki-sebut-hepatitis-akut-juga-serang-orang-dewasa-Tf5hbQUguT.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan hepatitis akut misterius tidak hanya menyasar kalangan anak-anak, melainkan orang dewasa juga. Diketahui kasus hepatitis akut di Jakarta kini ada 21 orang yang terjangkit.

"Nanti dicek ke Dinkes ya 21 tersebar di mana saja, usianya berapa tapi yang harus diketahui ternyata hepatitis akut ini tidak hanya untuk anak-anak bahkan juga orang dewasa," kata Ariza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2022).

Ariza meminta masyarakat disiplin protokol kesehatan (Prokes) meski kasus Covid-19 melandai. Kemudian, Ia juga meminta agar masyarakat waspada ketika memakai benda di fasilitas umum.

"Jadi kita semua ini harus hati-hati seperti yang sudah disampaikan. Apa yang harus dilakukan, pertama tetep laksanakan prokes sekalipun pandemi sudah menurun gejalanya sudah berkurang dan sebagainya tetep laksanakan prokes. Kedua terkait dengan hepatitis akut ini kita minta khususnya anak-anak yang mudah terjangkit untuk ditunda dulu bermain di tempat umum seperti kolam renang bersama," ujarnya.

"Kegiatan anak-anak kan suka bermain di tempat indoor segala macam termasuk seperti juga kami sampaikan umpamanya menggunakan megang railing itu kan dipakai orang. Tempat-tempat atau benda-benda yang digunakan bersama itu tolong dihindari termasuk makan, ke tempat makan bersama juga dihindari," tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut kini ada 21 kasus diduga Hepatitis Misterius di Ibu Kota hingga Rabu (11/5/2022). Adapun tiga diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

"Data sementara ada 21 kasus yang diduga terkait hepatitis akut, meski demikian ini masih dalam proses penyelidikan epidemiolog," kata Riza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat.

"Iya yang 21 itu di Jakarta tapi yang korban (meninggal) sudah 3. Kita berharap yang meninggal tidak bertambah lagi," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini