Share

BPBD DKI Jakarta Siapkan Air Baku dari Waduk Antisipasi Krisis Air saat Kemarau

Antara, · Kamis 12 Mei 2022 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 338 2592691 bpbd-dki-jakarta-siapkan-air-baku-dari-waduk-antisipasi-krisis-air-saat-kemarau-pl83g5Teb6.jpg Waduk di DKI Jakarta (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menyiapkan air baku dari sejumlah waduk untuk mengantisipasi krisis air bersih saat memasuki musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA) dalam menyiapkan mobil untuk mendistribusikan air bersih.

"Pembangunan waduk juga untuk menyiapkan air baku, seperti dari Setu Babakan, Lebak Bulus dan Mangga Bolong," kata Isnawa Adji saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 11 Mei 2022.

Isnawa menjelaskan, BPBD telah membentuk tim khusus yang sewaktu-waktu dapat diaktifkan jika kekeringan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Antisipasi Karhutla saat Musim Kemarau, Ini Langkah Polri

Menurut dia, sumur resapan yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertujuan untuk mengurangi debit air berlebih saat musim hujan. Namun juga untuk persediaan air saat kemarau.

Karena itu, BPBD mengimbau agar masyarakat dapat berupaya menghemat penggunaan air bersih, seperti mematikan kran jika tidak dipakai serta bijak dalam penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca juga: Jokowi Minta Masyarakat Hati-Hati Musim Kemarau

"Juga memastikan tidak adanya kebocoran pada peralatan pipa, kran dan penampungan serta berupaya menampung air hujan," kata dia.

BPBD DKI telah pula memetakan daerah yang berpotensi terjadi krisis air bersih.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata dia, memang belum mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk wilayah yang lebih spesifik di Jakarta.

Namun jika merujuk pada peringatan dini kekeringan meteorologis yang pernah dikeluarkan BMKG pada 2019, ada 15 kecamatan yang masuk ke dalam daerah rawan terjadi kekeringan.

Yakni di Jakarta Pusat meliputi Menteng, Gambir, Kemayoran dan Tanah Abang. Kemudian di Jakarta Utara (Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading dan Penjaringan).

Selain itu, Jakarta Selatan (Tebet, Pasar Minggu, Setiabudi) dan Jakarta Timur (Makasar, Pulogadung, Cipayung).

Baca juga: BMKG: Puncak Musim Kemarau di DKI Jakarta Terjadi Pada Juli 2022

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini