Share

Bocah 8 Tahun di Tamansari Jakbar Meninggal Diduga Terinfeksi Hepatitis Akut

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 12 Mei 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 338 2593084 bocah-8-tahun-di-tamansari-jakbar-meninggal-diduga-terinfeksi-hepatitis-akut-ATmcoPa7Yn.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Seorang anak berusia 8 tahun di wilayah Taman Sari, Jakarta Barat dilaporkan meninggal dunia diduga terindikasi sebagai probable Hepatitis akut. Saat ini pihak Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat masih mencari tahu kebenaran dugaan kasus tersebut.

"Seorang anak di Tamansari, Jakarta Barat, meninggal dunia terindikasi probable hepatitis akut yang masih belum diketahui etiologinya," ungkap Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sudinkes Jakarta Barat, Arum Ambarsari saat dikonfirmasi, Kamis (12/5/2022).

Dikatakan Arum, anak tersebut telah dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (19/4/2022) setelah menjalani sejumlah perawatan intensif di rumah sakit. Di mana sebelumnya, anak tersebut mengalami gejala demam, mual, muntah, diare dan menurunnya kesadaran.

Arum menjelaskan, anak tersebut diduga terindikasi penyakit misterius ini ketika sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Pasien tersebut sakit di tanggal 5 April 2022, lalu dirujuk ke RSUD Sawah Besar pada 15 April 2022, kemudian dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo pada 17 April 2022. Dua hari kemudian dinyatakan meninggal dunia," papar Arum.

"Diketahui setelah meninggal melalui laporan dari pihak rumah sakit, bahwa ada kasus Hepatitis berat seperti di negara-negara lain yang melaporkan," tambah Arum.

Atas laporan tersebut, kekinian pihak Sudinkes tengah menelusuri dugaan kasus tersebut dengan melibatkan sejumlah pakar dan epidemiolog. "Termasuk menggali riwayat penyakit dan pengobatan pasien. Kami juga meneliti faktor lingkungan yang menyebabkan risiko terjadinya Hepatitis akut," pungkas Arum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut saat ini tercatat 21 kasus diduga hepatitis akut di Ibu Kota. Dari jumlah itu tiga orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

"Data sementara ada 21 kasus yang diduga terkait hepatitis akut. Meski demikian ini masih dalam proses penyelidikan epidemiolog," kata Riza kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (11/5/2022).

Kendati demikian, Ariza tidak merinci data sebaran kasus tersebut. Sebab data lengkapnya ada Dinas Kesehatan. "Yang 21 itu di Jakarta, tapi yang korban (meninggal) sudah 3. Kita berharap yang meninggal tidak bertambah lagi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini