Share

Pengakuan Penculik Anak di Bogor-Jakarta, dari Perekrut Bom Sarinah hingga Pengawal Habib Bahar

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 13 Mei 2022 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 338 2593721 pengakuan-penculik-anak-di-bogor-jakarta-dari-perekrut-bom-sarinah-hingga-pengawal-habib-bahar-0cTlQvh8hH.jpg Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin (Foto: Sindo)

BOGOR - Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku penculikan anak berinisial A (28) di wilayah Bogor dan Jakarta. Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan beberapa tindak pidana mulai dari terorisme hingga pembakaran rumah almarhum Ustadz Jefri (Uje).

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan kepada polisi pelaku A mengaku sebagai perekrut bom Sarinah beberapa tahun silam dan dua kali menjalani pidana kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

"Namun, terhadap keterangan tersebut kami sedang melakukan kroscek dengan data dan fakta-fakta yang kami miliki di data base Polri," kata Iman kepada wartawan di Mapolres Bogor, Jumat (13/5/2022).

BACA JUGA:Parah, Pelaku Penculikan di Bogor Diduga Bohong soal Klaim Pernah Jadi Napi Teroris 

Pelaku juga mengaku keterlibatannya dalam peristiwa kerusuhan Bawaslu pada 2019 lalu. Bahkan, pria asal Kota Depok itu juga mengaku anak buah Habib Bahar bin Smith dan pelaku pembakaran rumah almarhum Ustadz Uje.

"Saat kami melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, yang bersangkutan juga mengakui keterlibatannya di dalam kerusuhan pada 2019 di Bawaslu. Dia juga mengakui bahwa si tersangka pada saat di dalam Lapas Gunung Sindur ini mengakui sebagai pengawalnya Habib Bahar," ungkapnya.

BACA JUGA:Penculikan di Bogor, Korban Hanya Dibawa Berkeliling dan Tidur di Masjid 

Iman menambahkan, pelaku juga sempat mengakui menanamkan kebencian kepada pemerintah kepada anak-anak korban penculikan. Termasuk memberikan pemahaman yang salah terkait agama.

"Ada upaya-upaya untuk menanamkan kebencian terhadap pemerintah. Seperti contoh yang disampaikan kepada si korban, itu pada saat si korban ikut, kemudian dikumpulkan. Kan si tersangka itu mengaku sebagai anggota polisi. Lalu kemudian si korban diamankan karena tidak menggunakan masker. 'Kalian tidak menggunakan masker saja ditangkap nih sama negara', Dibilang sama si tersangka itu, negara ini seperti ini. Ini upaya upaya yang dilakukan oleh si tersangka untuk menanamkan kebencian terhadap negara, terhadap pemerintah kepada para korban. Lalu kemudian, diberikan pemahaman yang keliru tentang agama oleh yang bersangkutan kepada para korban," ujarnya.

Dari beberapa pengakuan pelaku, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti termasuk menggandeng Densus 88 untuk mengungkap terkait pengakuannya.

"Hal-hal yang menarik seperti tadi saya sampaikan, kita terus dalami dan kami terus koordinasi dengan tim khusus dari Densus 88 Polri," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini