Share

Ibadah Waisak Dapat Dilakukan Tatap Muka, Jemaat Lansia Vihara Silaparamita Bergembira

Muhammad Farhan, MNC Portal · Senin 16 Mei 2022 22:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 338 2595117 ibadah-waisak-dapat-dilakukan-tatap-muka-jemaat-lansia-vihara-silaparamita-bergembira-vKrT8Wsm5X.JPG jamaah bersyukur waisak dirayakan secara tatap muka (Foto MPI)

JAKARTA - Setelah memendam rasa rindu untuk beribadah langsung di Vihara selama dua tahun, umat Buddha pada tahun ini dapat melaksanakan ibadah Waisak secara langsung di Vihara. Terlebih bagi jemaat lanjut usia (lansia), mereka mengaku bergembira karena dapat bertemu sanak kerabat langsung di Vihara Silaparamita, Cipinang, Jakarta Timur.

Salah satu jemaat vihara Silaparamita berusia lansia, Minarmi (56) mengaku bahagia dapat kembali ke vihara. Dirinya selama ini sedih karena sudah dua tahun rindu ingin bertemu kerabat di vihara.

"Selama ini, untuk usia lansia seperti kami ini takut untuk beribadah karena pandemi. Kebetulan karena sekarang dibantu dengan panitia, yakni menerapkan protokol kesehatan dengan cara yang kita atur serapih mungkin, jadi hari ini cukup baik dan membuat kami bahagia," tutur Minarmi yang akrab dipanggil Cik Amey kepada MNC Portal, Senin (16/5/2022).

Minarmi mengaku sedih karena sebelumnya hanya bisa beribadah melalui video call. Untuk itu, momen Waisak kali ini disyukurinya karena bisa kembali bertemu anak cucu.

"Kita sedih sekali karena tidak bisa ke vihara. Jadi kita ibadahnya di rumah saja. Sehingga kita sedih karena temu kangennya kurang, bersosialisasinya juga kurang. Kalau hari ini kan tidak, kita ketemu semua dan kumpul dengan teman-teman yang satu iman. Apalagi anak cucu kumpul," katanya menuturkan.

Kemudian, Sokhadharma (70) sebagai jemaat lansia mengaku ikut senang dapat merasakan euforia Waisak bersama keluarga. Dia pun merasa momen Waisak kali ini sebagai temu kangen setelah pandemi covid-19 selama dua tahun.

"Biasanya Waisak kan seharusnya datang ke Vihara. Tetapi begitu pandemi ada larangan dari pemerintah untuk hadir langsung ke tempat ibadah. Makanya umat itu sangat senang sekali karena pandemi sudah menurun, kita umat juga bisa dipersilahkan untuk datang ibadah kebaktian waisak di vihara," ujar Sokha mengulas.

Sokha pun mengaku meski dapat beribada secara daring semasa pandemi, dirinya tidak bisa merasakan atmosfir kekhusyukan ibadah Waisaknya. Walaupun sempat bisa ikut hadir secara hybrid, dia tetap mengaku lebih menyukai untuk hadir secara offline.

"Iya, online. Meskipun kemarin sekali-kali waktu itu masih diperbolehkan tetapi dengan jarak antar umat. Tetapi kalau sekarang kan udah seperti biasa meski pakai masker saja," katanya.

Ketua Vihara Silaparamita, Ferry Oranto menjelaskan jumlah pengunjung yang ditargetkan mencapai 400 orang. Akan tetapi, saat mengatur kursi jemaat, Ferry mengaku pihaknya hanya menyediakan 250 orang karena masih ragu.

"Kita masih ragu apakah mencapai target 400 orang, makanya disediakan kursi untuk 250 orang semalam. Ternyata di luar ekspektasi kita, hari ini sudah mencapai 375 orang yang terdaftar di buku tamu kita," ungkap Ferry mengungkapkan.

Ferry menyampaikan terkait perayaan Waisak kali ini ditujukan untuk mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo yakni tahun 2022 sebagai tahun toleransi. Untuk itu Ferry beserta pihak Vihara Silaparamita mengangkat tema Waisak yakni 'Dalam Cinta Kasih Kita Bersaudara'.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peribadatan yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB yakni prosesi puja bakti trisuci Waisak. Namun prosesi ibadah Waisak secara khusus baru dimulai sekira pukul 11.13 WIB.

Kegiatan ibadah Waisak tersebut selesai sekira pukul 12.55 WIB. Setelahnya para jemaat mulai berkumpul bertegur sapa dengan sanak saudara sembari memperoleh bingkisan yang disebut sebagai berkah Waisak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini