Share

Pemprov DKI Catat Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini Hanya Tersisa 876

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Selasa 17 Mei 2022 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 338 2595159 pemprov-dki-catat-kasus-aktif-covid-19-di-jakarta-kini-hanya-tersisa-876-OLS141FwqY.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data Covid-19 Senin (16/5/2022) jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini turun sejumlah 1 kasus.

"Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 876 (orang yang masih dirawat/isolasi)," kata Dwi dalam keterangannya dikutip, Selasa (17/5/2022).

"Kami turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan Varian Omicron. Upaya 3T terus digalakan, selain vaksinasi COVID-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas," imbuhnya.

Data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat, dilakukan tes PCR sebanyak 5.515 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 4.688 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 70 positif dan 4.618 negatif.

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 10.880 orang dites, dengan hasil 22 positif dan 10.858 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.233.010 dengan tingkat kesembuhan 98,7%, dan total 15.293 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6%," ujarnya.

Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 58.757 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 1.008.476 per sejuta penduduk," jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi menyebut positivity rate di Jakarta sudah dibawah standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 1,3%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,6%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini