Share

Viral! Polisi Berpakaian Preman Diteriaki Gangster dan Dituduh Begal

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 17 Mei 2022 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 338 2595597 viral-polisi-berpakaian-preman-diteriaki-gangster-dan-dituduh-begal-pz6yFngLQr.jpg Ilustrasi okezone

JAKARTA -Viral di media sosial seorang anggota polisi yang diteriaki gangster, pelaku begal, hingga dituduh melakukan pemukulan kepada orang. Padahal, anggota tersebut tengah melakukan pengaturan arus lalu lintas sebelumnya dan melakukan pemukulan.

(Baca juga: Viral Polisi Minta Tebusan Rp24 Juta ke Korban Kecelakaan, Ini Fakta Sebenarnya)

Video yang menampilkan peristiwa itu diunggah oleh akun Instagram @info_ciledug yang mana disebutkan oknum polisi melakukan pemukulan pada sejumlah orang. Bahkan, oknum polisi itu sempat mengeluarkan senjata api miliknya.

Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Nazirwan mengatakan, sejatinya peristiwa itu terjadi pada Minggu, 15 Mei 2022 kemarin menjelang subuh.

Awalnya, terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Ciledug Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan hingga membuat kendaraan yang terlibat kecelakaan itu mengalami patah as dan menghalangi jalanan.

"Sebenarnya itu yang duluan (sampai) di TKP anggota kita yang berpakaian preman, yang memang patrolinya di wilayah sana," ujarnya pada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Menurutnya, anggota berpakaian preman itu lantas melakukan pengaturan lalu lintas hingga akhirnya datang kendaraan Bus yang membuat suasana semakin semrawut hingga masyarakat berkerumun.

Saat ada kerumunan itu, mendadak ada teriakan provokasi yang menyebutkan anggota polisi berpakaian preman itu sebagai gangster hingga pelaku begal.

"Nah di situlah anggota kita berusaha menenangkan warga, menunjukan identitas saya adalah polisi, saat itu anggota berpakaian dinas masih dalam perjalanan (ke lokasi)," tuturnya.

Dia menerangkan, anggota Opsnal tersebut meyakinkan warga untuk tak berkerumun dan kembali ke kendaraannya agar tak terprovokasi atas teriakan tak bertanggung jawab tersebut.

Warga tak menggubris atau percaya kalau polisi berpakian preman saat itu merupakan polisi sehingga anggota tersebut mengeluarkan senjata apinya guna membuktikannya.

"Keterangan dia (anggota polisi berpakaian preman) berusaha menyakinkan warga saya anggota saya, tapi waktu itu belum digubris sehingga ada tindakan dari anggota kita menunjukan identitas (dengan mengeluarkan senjata api). Itu hanya upaya menunjukan identitas, tak sampai melakukan tindakan lanjut (mengumbar tembakan)," tuturnya.

Dia menambahkan, disebutkan juga saat itu terjadi aksi kejar-kejaran yang dilakukan anggota polisi berpakaian preman dan melakukan pemukulan pada sejumlah orang. Dipastikan hal itu tidaklah benar lantaran tak ada aksi kejar-kejaran dan pemukulan.

"Ada 3 orang (yang diduga memprovokasi teriakan) diserahkan warga dan sekuriti sekitar lokasi ke anggota di lapangan," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini