Share

Penantian Panjang Hunian Tetap Korban Terdampak Longsor di Sukajaya Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 19 Mei 2022 20:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 338 2597039 penantian-panjang-hunian-tetap-korban-terdampak-longsor-di-sukajaya-bogor-ZXhVwZr8qu.jpg Korban longsor Bogor tempati huntara (foto: MPI/Putra RA)

BOGOR - Dua tahun sudah bencana tanah longsor melanda wilayah Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Wilayah ini salah satu kecamatan yang terdampak bencana pada tahun 2020 silam.

Setidaknya ada 2.952 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, dimana baru 358 diantaranya mendapatkan hunian tetap (huntap). Sisanya, masih menghuni hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah pasca bencana tersebut melanda.

MNC Portal pun berkesempatan untuk kembali melihat kondisi para korban bencana salah satunya huntara yang berada di sebelah Kantor Desa Pasir Madang. Kondisinya hampir tidak berubah sejak warga terdampak menghuni tempat tersebut.

 BACA JUGA:Area Pesantren di Tangerang Terdampak Longsor Akibat Hujan Deras

Rumah berdinding GRC 4x6, dengan beralaskan karpet tipis di atas tanah masih setia melindungi penghuninya dari cuaca hujan dan panas. Warga pun berharap segera pindah ke hunian yang lebih layak.

Salah satunya diungkapkan Mumun berusia 60 tahun, yang sudah menetap di huntara setelah bencana tanah longsor menghancurkan rumahnya dua tahun lalu. Nenek dua cucu ini bercerita putrinya meninggal dunia saat bencana longsor menyisakan cucunya bernama Asyifa yang kini tinggal dengannya.

"Dua tahun saya tinggal di sini, sama cucu. Ibunya ini anak ketiga saya, meninggal waktu kejadian. Diangkat sama abri (TNI) waktu itu," kata Mumun ketika berbincang dengan MNC Portal beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:12 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas, 3 Orang Jadi Tersangka 

Tak banyak yang diinginkan oleh Mumun. Dia hanya ingin segera pindah ke hunian yang lebih layak dari yang ditempatinya saat ini seperti warga terdampak lain yang sudah mendapatkannya terlebih dahulu.

"Ya maunya biar cepet pindah aja, cepet dibikinin (huntap)," ungkapnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Camat Sukajaya Tirta Juwarta mengatakan pasca bencana besar dua tahun yang juga setidaknya ada 10 desa di wilayanya terdampak. Dari 2.952 KK yang terdampak bencana, baru 358 KK di antaranya telah menghuni huntap.

"Tahun 2021 kemarin huntap di Kampung Urug sebanyak 358 huntap. Sisanya 2.000 lebih (KK) masih menunggu (huntap)," ucap Tirta.

Disebutkannya, sembilan kepala desa sudah mengusulkan secara parsial terkait titik lokasi pembangunan huntap. Semua ajuan tersebut sudah ditindaklanjut oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, untuk diuji kelayakan dan kemanan lokasi.

Dari sekian titik yang diajukan, tahun ini ada sembilan titik dari tiga desa yang sudah diuji kelayakan. Yakni tiga titik di Desa Pasir Madang, satu titik di Desa Cisarua, dan lima titik di Desa Cileuksa.

"Jadi tahun ini ada tiga desa sudah diuji kelayakannya. Desa Cisarua, Pasir Madang, dan Cileuksa yang sudah ditetapkan, dipersiapkan, dan dilakukan land clearing," tutup Tirta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini