Share

Polisi: WNA Pelaku Skimming Berhasil Bobol Rp1,2 Miliar

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 20 Mei 2022 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 338 2597604 polisi-wna-pelaku-skimming-berhasil-bobol-rp1-2-miliar-e5MygRTRYq.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Endra Zulpan (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Polisi menduga pria berwarga negara Latvia, Roberts Markarjancs (46) melakukan pencurian uang nasabah bank dengan modus skimming tidak sendiri. Dari hasil kejahatan skimming berjumlah Rp1,2 miliar pelaku mendapatkan jatah 1,5 persen.

Skimming merupakan tindakan kejahatan pencurian data pengguna anjungan tunai mandiri (ATM) untuk membobol rekening. Pelaku mencuri data rekening korban melalui alat yang skanner yang terpasang di mesin ATM dan menyalinnya ke kartu baru menggunakan aplikasi yang terhubung ke laptop. Setelah itu pelaku mengambil uang korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, pelaku kerap melakukan kejahatannya di sejumlah ATM di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Dari hasil kejahatan tersebut pelaku menerima 1,5 persen dari total yang berhasil dibobol.

Dia menjelaskan pelaku telah beraksi selama bulan April-Mei 2022. Dia sering menyasar atm yang berlokasi di sekitar Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Pelaku telah mengantongi uang dengan total Rp1,2 miliar selama beraksi.

Baca juga: Merunduk dengan Tangan Diborgol, Ini Tampang WN Latvia Pelaku Skimming

"Dari tindak pidana tersangka dari jaringan kelompok Latvia ini dia beraksi kurang lebih dua bulan. Dari hasil perhitungan penyidik dan hasil cek ke pihak bank yang dirugikan total kerugian semua Rp1,2 miliar," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jumat (20/5/2022).

Zulpan menyebut Markarjancs mendapatkan 1,5 persen dari total uang yang dicuri. Pelaku mengaku uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Polda Metro Tangkap WNA Latvia Kasus Skimming

Lebih lanjut, Zulpan mengatakan pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut pihak lain yang terlibat dalam aksi tersebut. Ia meyakini Markarjancs tidak beraksi sendiri dan memiliki jaringan dalam menjalankan aksinya.

"Hasil sementara dimungkinkan pelaku lain termasuk jaringan tersangka, juga warga negara asing, dan kita juga sudah deteksi keberadaannya," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 30 Jo Pasal 46 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang UU ITE dan Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman denda Rp10 miliar dan 20 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini