Share

Demo 21 Mei, Polda Metro Jaya Ingatkan Massa Cegah Penyusup

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 20 Mei 2022 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 338 2597636 demo-21-mei-polda-metro-jaya-ingatkan-massa-cegah-penyusup-NztK1NV7X6.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengaku telah menerima surat pemberitahuan aksi unjuk rasa di kawasan Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Sabtu 21 Mei 2022 besok. Polisi mengimbau tidak ada pihak yang mencoba menyusup dan membuat kericuhan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, pihaknya telah menerima pemberitahuan mengenai adanya aksi unjuk rasa dari sejumlah elemen masyarakat di Jakarta. Zulpan mengatakan pihaknya siap mengamankan aksi unjuk rasa tersebut secara humanis.

"Polda Metro Jaya akan mengamankan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Tentunya dengan protap yang kita miliki dan juga secara humanis tentunya," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jumat (20/5/2022).

Zulpan juga meminta elemen yang menyampaikan pendapat di muka umum untuk tertib dan bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif. Dia meminta elemen yang berunjuk rasa dapat mencegah masuknya penyusup yang akan membuat aksi unjuk rasa berujung ricuh.

Baca juga: Polisi: WNA Pelaku Skimming Berhasil Bobol Rp1,2 Miliar

"Kepada semua elemen yang mau menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur UU Nomor 9 Tahun 1998 tentunya juga harus menjaga ketertiban umum dan ruang publik yang lain. Kemudian juga tidak disusupi oleh orang lain yang nanti merusak daripada acara penyampaikan pendapat ini," katanya.

Baca juga: Miyabi Gala Dinner di Jakarta, Polisi Imbau Penyelenggara untuk Melapor

Sebelumnya, Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak akan menggelar aksi yang diikuti berbagai macam organisasi, yaitu KSBI, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), dan Konfederasi Serikat Nasional (KSN).

Selain itu juga dari Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonsia (YLBHI).

Lalu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR), Jaringan Komunikasi SP Perbankan (Jarkom SP Perbankan) dan Sekolah Mahasiswa Progresif (Sempro). Kemudian Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi-Dewan Nasional (LMND-DN), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Federasi Pelajar Jakarta (FIJAR), dan Komite Revolusi Pendidikan Indonesia (KRPI), serta yang lainnya.

Baca juga: Motif Pembunuhan Pria Bertato Ikan Mas: Tes Ilmu Kanuragan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini