Share

Sebelum Beraksi, Pemerkosa Gadis di Pademangan Cari Kakak Korban

Yohannes Tobing, Sindonews · Senin 23 Mei 2022 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 338 2599047 sebelum-beraksi-pemerkosa-gadis-di-pademangan-cari-kakak-korban-IXAsVoTvG2.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Sindonews)

JAKARTA - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki kasus pemerkosaan gadis di Pademangan. Korban dilaporkan diperkosa tiga pria tidak dikenal.

Menurut Kanit PPA Polres Metro Jakarta Utara AKP Marotul Aeni, pihaknya telah menerima laporan korban berinisial SV (19) dan langsung melakukan penyelidikan di lokasi yang juga merupakan tempat tinggal korban.

"Untuk kasus (laporan pemerkosaan) Pademangan memang ada yang lapor ya. Seorang perempuan dia didatangi tiga orang dengan masuk rumahnya secara paksa," kata Aeni saat ditemui di Mapolres, Senin (23/5/2022).

Menurutnya, sebelum diperkosa, para pelaku sempat menanyakan keberadaan kakak korban. Akan tetapi karena yang bersangkutan dicari tidak ada, pelaku langsung melakukan pemerkosaan terhadap korban.

"Tiga orang itu mencari kakaknya (korban). Karena kakaknya enggak ada, adanya hanya korban, tiba-tiba tiga pelaku itu menurut pelaporan melakukan pemerkosaan secara paksa," katanya.

Aeni mengungkapkan, saat terjadi aksi bejat tersebut, korban sedang sendirian di rumah. Hal inilah yang membuat pihaknya mengalami kesulitan dalam mencari barang bukti maupun saksi.

"Iya sendiri. Enggak ada saksi yang melihat. Kita saat ini juga sedang penyelidikan mencari TKP, mencari bukti bukti supaya kasus ini bisa terungkap," ujar Aeni.

"Karena alat buktinya sangat kurang, dan kita akan mencari siapa pelakunya. Karena dia sendiri enggak kenal orang tersebut," sambungnya.

Adapun dari kasus korban SV telah divisum dan PPA Polres Metro Jakarta Utara juga telah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk pendampingan.

"Kita sudah visum dan hasilnya masih menunggu. Kita juga bekerja sama dengan P2TP2A untuk bantuan pendampingan secara psikologis. Kalaupun dia ada gangguan psikis dan trauma agar segera kita lakukan pemulihan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita muda berinisial SV (19) mengaku diperkosa oleh tiga orang pria yang tidak dikenal di rumahnya sendiri di wilayah Pademangan Barat, Jakarta Utara.

Ketua RT setempat, Sujito (32) mengatakan, dirinya menerima laporan dari keluarga korban bahwa SV diperkosa saat kondisi sepi atau tinggal sendirian dan rumahnya dibobol oleh tiga orang.

"Kejadiannya itu sekitar tanggal 11 atau 12 Mei. Saya sih dapat laporannya dari pihak keluarganya kalau anaknya itu (SV) diperkosa, terus rumahnya dibobol," kata Sujito saat ditemui di lokasi.

Menurut Sujito, berdasarkan keterangan SV bahwa saat itu dirinya sedang sendirian di rumah. Kemudian, sekira pukul 23.00 WIB ada tiga pria masuk ke dalam rumah dan naik ke lantai 2. Saat itulah korban dianiaya dan diperkosa.

"Saya tanya ke korban, katanya orang masuk rumah dia, kemudian rumahnya dibobol. Terus dia (korban) posisinya lagi di lantai dua, terus dia katanya dipukul, terus mulutnya dibekap, tangan diikat terus dia diperkosa sama dilecehkan tiga orang cowo," ungkapnya.

Sujito mengungkapkan, saat mendapat laporan tersebut, dirinya melihat kondisi tubuh SV terdapat sejumlah luka memar di bagian wajah yang diduga merupakan akibat penganiayaan. 

"Dia sempat kasih lihat, dia luka di bagian mata sama bagian pipi bawah bagian kanan, luka memar. Ada pemukulan sepertinya, ada bekas dianiaya," jelas Sujito.

Adapun pada hari ini, korban SV didampingi pihak Pengurus Rukun Warga (RW) bersama dengan pihak kelurahan datang ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini