Share

Sangar di Jalanan, Anggota Geng Motor Nangis Sesegukan Minta Maaf ke Orangtua Usai Ditangkap Polisi

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 27 Mei 2022 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 338 2601238 sangar-di-jalanan-anggota-geng-motor-nangis-sesegukan-minta-maaf-ke-orangtua-usai-ditangkap-polisi-78FFJv1kaT.JPG Geng Motor menangis di hadapan orangtua (Foto: Okezone/Putra)

BOGOR - Belasan anak di bawah umur yang menjadi anggota geng motor dikumpulkan di Aula Polres Bogor. Mereka mendeklarasikan pembubaran geng motornya dan meminta maaf kepada orangtua.

Pantauan MNC Portal di lokasi, para anggota geng motor yang berusia di bawah 18 tahun itu berbaris dihadapan polisi. Ketua geng motor yang dinamai 'Geng All Brothers Netral' itu diminta membacakan deklarasi pembubaran kelompok mereka.

Setelah membacakan deklarasi pembubaran, beberapa anggota geng motor langsung meminta maaf kepada orang tuanya. Terlihat, para remaja itu bersujud di kaki sang ayah sambil menangis.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan geng motor tersebut diamankan polisi yang berpatroli di wilayah Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

"Pada saat tim kami sedang melakukan patroli, kebetulan ditemukan sekelompok anak-anak yang mengklaim dirinya sebagai Geng All Brothers Netral sehingga kami melakukan pengamanan terhadap mereka dan saat ini mereka sudah mendeklarasikan diri untuk membubarkan kelompok mereka dengan penuh kesadaran," kata Iman, Jumat (27/5/2022).

Iman menambahkan, terdapat 18 anak-anak yang diamankan dengan usia masih di bawah 18 tahun. Adapun kelompok tersebut meresahkan warga dengan berkeliling menggunakan motor untuk melakukan aksi tawuran dengan kelompok lainnya.

"Mereka kumpul putar-putar berencana melakukan tawuran. Nanti mencari lawan tanding. Nanti kalau ada lawan tanding, baru mereka berantem," jelasnya.

Dari geng tersebut, polisi mengamankan barang bukti senjata tajam berupa cerulit kecil yang dibawa salah satu remaja. Namun, hingga saat ini belum ditemukan adanya korban dari aksi mereka dijalanan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Saat kami melakukan pengamanan terhadap mereka, itu ada satu orang yang membawa sajam celurit kecil sehingga kami amankan. Belum ada korban, jadi untuk motifnya mencari eksistensi," ungkapnya.

Setelah geng dibubarkan, mereka dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing. Karena, mereka masih di bawah umur dan masih sekolah.

"Kami mengembalikan mereka semua anak karena dari 18 orang yang ada tersebut yang kami amankan seluruhnya masih dibawah 18 tahun. Sehingga kami kembalikan kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan dan sebagian besar juga masih sekolah di tingkat sekolah menengah," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini