Share

Kondisi Bayi yang Dibuang di Tepi Sungai Ciliwung Semakin Membaik

Muhammad Farhan, MNC Portal · Kamis 02 Juni 2022 23:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 338 2604661 kondisi-bayi-yang-dibuang-di-tepi-sungai-ciliwung-semakin-membaik-SjbrnTDeOI.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

JAKARTA - Bayi perempuan yang ditengarai dibuang hidup-hidup oleh ibu kandungnya, MS (19), di tepi SUngai Ciliwung, Jalan Inspeksi Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur,  kondisinya kini semakin membaik.

Bayi malang tersebut dibuang setelah baru saja dilahirkan lantaran ibu kandungnya, yang juga seorang mahasiswi, ditemukan dalam keadaan hidup oleh warga sekira pukul 02.00 WIB pada Rabu dini hari kemarin.

Kondisi bayi perempuan yang semakin membaik tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Brigjen Pol dr. Hariyanto kepada wartawan. Hariyanto menegaskan bayi tersebut kini tengah dirawat di ruang ICU, Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Jadi awalnya Rumah Sakit kita tepatnya di instalasi gawat darurat (IGD) menerima bayi perempuan dengan berat badan 1.570 gram. Kita menerima bayi tersebut pada Rabu kemarin, kondisinya saat itu memperihatinkan," kata Hariyanto kepada wartawan saat memberikan keterangan di RS Polri, Kamis (2/6/2022).

Hariyanto menjelaskan jajarannya segera memberikan pertolongan pertama pada bayi tersebut. Menurutnya, sang bayi saat dilarikan ke IGD dalam kondisi sesak napas.

"Lalu kita periksa di ruang IGD kita bersihkan, kemudian kita periksa kondisinya memang sesak napas yang cukup berat dan langsung kita masukkan di ruang perawatan ICU anak," kata Hariyanto.

Hariyanto menjelaskan butuh penanganan tiga hari guna memastikan kondisi bayi menjadi stabil. Kendati demikian, ia menegaskan sang bayi perempuan tersebut kondisinya semakin membaik saat ini.

"Setiap bayi yang baru lahir itu baru akan stabil ketika sudah memasuki usia tiga hari ya, selanjutnya kita bisa lebih memastikan kondisinya, tapi Alhamdulillah kami tengok kondisinya membaik," ungkap Hariyanto.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Guna memastikan kondisi bayi tersebut, Hariyanto menyampaikan jajarannya diterjunkan seperti tim dokter forensik, tim dokter bedah, tim dokter anak, tim dokter sub spesialis anak, dan tim bagian pemeriksaan DNA.

"(Penanganan) sangat kolaboratif. Kita harapkan dari sisi kesehatan bayinya bisa kita tolong, dari sisi sidik-sidiknya bisa kita berikan bantuan kepada penyidik di Polres," jelas Hariyanto.

Selain sang bayi yang telah dirawat di RS Polri, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, Iptu Sri Yatmini mengungkapkan pelaku yakni MS sudah diamankan berkat pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang melaporkan sedang dirawat karena telah mengalami pendarahan hebat.

"Untuk terduga pelaku, MS ini sekarang sedang dirawat di RSCM. Kami mengetahui adanya MS disana karena pihak RSCM mengadakan komunikasi dengan kami, jadi sampai saat ini pelaku sedang dirawat secara intensif oleh RSCM," tegas Yatmini.

Di sisi lain, adanya laporan warga yang menemukan bayi tersebut namun ditolak oleh Puskesmas Jatinegara untuk memberikan pertolongan, Yatmini menjelaskan itu di luar tanggung jawab kepolisian.

"Kalau masalah tidak diterima (oleh Puskesmas Jatinegara), silahkan konfirmasi sendiri ke puskesmas. Tapi upaya kami sebagai penyelidik, kami tetap sesuai SOP. Kami lakukan pertolongan pertama dahulu, karena kami punya rumah sakit milik kami sendiri, akhirnya bayi perempuan itu diterima di RS Polri," katanya.

Perihal cepatnya pelaku ditemukan oleh pihak kepolisian, Yatmini mengungkapkan hal ini berkat kerja sama dan komunikasi yang baik antara PPA dengan sejumlah rumah sakit.

"Kami ini kan di unit PPA sudah ada sinergitas dengan rumah sakit. Jadi semua rumah sakit itu jika mereka menemukan hal-hal yang mencurigakan, pasti pihak RS akan menginfokan kepada kami," tutur Yatmini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini