Share

Tolak Tangani Bayi yang Dibuang Ibunya, Ombudsman Kritik Puskesmas Jatinegara

Muhammad Farhan, MNC Portal · Jum'at 03 Juni 2022 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 03 338 2604804 tolak-tangani-bayi-yang-dibuang-ibunya-ombudsman-kritik-puskesmas-jatinegara-ih6PRB7B4P.jpg Iptu Sri Yatmini/ Foto: Muhammad Farhan

JAKARTA - Plt Kepala Ombudsman Jakarta Raya, Dedy Iraan mengkritik sikap Puskesmas Jatinegara yang enggan memberikan pertolongan pertama pada bayi yang ditemukan hidup di tepi Sungai Ciliwung, Jalan Inspeksi Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Menurut Dedy, sikap Puskesmas tersebut sangat disayangkan karena kemanusiaan harus diutamakan di atas segala peraturan.

Bagi Dedy, sebagai pelayan publik, seharusnya Puskesmas Jatinegara tersebut tidak boleh terlalu kaku menaati peraturan dan kondisi yang ada.

Hal ini dilandasi pada sikap Puskesmas yang terburu-buru merujuk sang bayi perempuan yang bernasib malang itu ke Rumah Sakit yang lebih lengkap peralatannya.

"Tidak boleh kaku menafsirkan peraturan, yang penting dengan dasar dan pertimbangan yang jelas dan patut, serta bisa dipertanggungjawabkan," ujar Dedy kepada wartawan, Jumat (3/6/2022).

Sebab baginya pelayanan publik harus mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan di atas segalanya. Terlebih sebagai tenaga kesehatan, lanjut Dedy, Puskesmas harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi darurat.

"Persoalan kemanusiaan harus diutamakan," katanya.

Diketahui, pihak Puskesmas menolak memberikan pertolongan kepada bayi tersebut lantaran khawatir adanya kaitan dengan masalah kriminal. Namun, bagi Dedy, tetap saja sikap menelantarkan pasien tidak patut untuk diterima.

"Apalagi bayi tersebut sangat membutuhkan perawatan dan penanganan medis," ucap Dedy.

Sebelumnya, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, Iptu Sri Yatmini menjawab adanya keterangan warga yang menemukan bayi hidup di pinggir Sungai Ciliwung, namun tidak diberikan pertolongan pertama oleh pihak Puskesmas Jatinegara, baginya itu bukan bagian dari tanggung jawab kepolisian.

Bayi perempuan yang bernasib nahas tersebut akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur dengan segera.

"Kalau masalah tidak diterima (oleh Puskesmas Jatinegara), silahkan konfirmasi sendiri ke puskesmas. Tapi upaya kami sebagai penyelidik, kami tetap sesuai SOP. Kami lakukan pertolongan pertama dahulu, karena kami punya rumah sakit milik kami sendiri, akhirnya bayi perempuan itu diterima di RS Polri," kata Yatmini kepada wartawan.

Menurut Yatmini, pihak RS Polri telah sigap memberikan pertolongan pertama di instalasi gawat darurat (IGD) sehingga sang bayi malang tersebut dapat tertolong dengan segera.

"Luar biasa penanganannya, korban langsung dibawa ke inkubator. Bahkan tadi malam itu saya lihat sendiri, betul-betul ditungguin oleh suster yang luar biasa," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini