Share

Polisi Panggil Orangtua Pasangan LGBT Bermesraan di Kafe Kalibata

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 07 Juni 2022 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 338 2606922 polisi-panggil-orangtua-pasangan-lgbt-bermesraan-di-kafe-kalibata-29BiIUotYz.jpg Viral pasangan gay bermesraan di tempat umum. (Instagram/@kabar.jakpus)

JAKARTA - Pihak kepolisian memeriksa terduga pelaku LGBT, yang viral di media sosial (medsos) Instagram kemarin. Dalam video viral itu, pelaku diduga melakukan asusila pasangan sesama jenis bermesraan di kafe kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Pihak Polsek telah memanggil orang tua dari orang yang viral dalam video tersebut sebagai langkah pembinaan dan pengawasan serta memberikan himbauan," ujar Kapolsek Pancoran, Kompol Rudiyanto pada wartawan, Selasa (7/6/2022).

Menurutnya, terduga pelaku LGBT dalam video viral itu setidaknya ada empat orang. Mereka masing-masing berinisial AA, AN, RK, dan FR.

Mereka dibawa ke kantor polisi lantaran videonya itu viral dan dianggap telah meresahkan masyarakat.

Peristiwa yang viral itu terjadi pada Jumat, 3 Juni 2022 kemarin. Peristiwa berawal saat karyawan kafe, PH tengah bekerja di kafe tersebut. Lalu, pada malam hari sekitar pukul 21.55 WIB ada karyawan kafe lainnya, seorang waters berinisial SE memberitahukan pada PH ada sejumlah orang lelaki melakukan perbuatan tak pantas.

"Mereka melakukan hal yang tidak sopan atau tidak sepantasnya dilakukan di muka umum, yang mana mereka saling berpangkuan dan mencium leher," tuturnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Alhasil, kata dia, PH mendatangi sekelompok terduga LGBT itu guna memberikan peringatan dan teguran. Lantas, pada sekitar pukul 23.30 WIB mereka pergi meninggalkan kafe tersebut, sedangkan PH melaporkan peristiwa itu ke polisi.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi juga, termasuk karyawan kafe. Saat ini, masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap permasalahan dan laporan itu dengan melakukan koordinasi kepada ahli pidana ataupun ahli ITE," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini