Share

Polisi Sebut Motif Pengeroyokan Pelajar di Cempaka Putih karena Balas Dendam

Rizky Syahrial, MNC Media · Rabu 08 Juni 2022 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 338 2607506 polisi-sebut-motif-pengeroyokan-pelajar-di-cempakah-putih-karena-balas-dendam-iSPLjLLRJ7.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kapolsek Metro Cempaka Putih Kompol Bernard Saragih mengatakan, motif dari delapan pelaku pengeroyokan remaja di Cempaka Putih adalah untuk membalas dendam.

"Intinya dia mau balas dendam," ujar Kompol Bernard kepada wartawan, Selasa 7 Juni 2022.

Bernard menambahkan, pihaknya mendalami kasus tersebut hingga ke pihak sekolah pelaku. Ia baru mengakui ada tujuh orang lain yang ikut dalam pemukulan tersebut.

"Setelah kita lidik, kita tau salah satu pelaku, kemudian kita ke sekolahnya terus kita datangi rumahnya, setelah di rumahnya, kita ibaratnya ada ngobrol, ternyata dia mengaku melakukan perbuatan dengan tujuh orang temennya," katanya.

Ia menuturkan, kepolisian sudah mengamankan barang bukti berupa penggaris besi yang digunakan para pelaku.

Baca juga: Pengacara Bryan Yoga Kusuma Sebut Kliennya Lari dari Polres Sleman untuk Minta Pertolongan

"Pelakunya delapan, kita lidik, itu delapan, yang punya penggarisnya tujuh orang," tuturnya.

Sebelumnya, Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bernama Muhammad Kahfi dikeroyok oleh sejumlah pelajar lainnya di Jalan Mardani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat , Selasa 31 Mei 2022. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kepala.

Baca juga: Bryan Yoga Kusuma Mengaku Sempat Dibanting ke Aspal

Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih Iptu Tri Teguh mengatakan, kejadian tersebut berawal saat korban naik motor bersama dua rekannya. Setelah itu korban dicegah oleh pelajar lainnya yang diduga berjumlah tujuh orang. Korban lalu dikeroyok sedangkan rekannya berhasil menyelamatkan diri.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(fkh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini