Share

Detik-Detik Menegangkan saat Terjadi Pengeroyokan Berujung Tabrak Polisi di Jaksel

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 10 Juni 2022 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 338 2609351 ini-kronologi-pengeroyokan-berujung-tabrak-polisi-di-jaksel-eEqs279Fxf.jpg Tersangka pengeroyokan dan tabrak polisi di Kebayoran Baru, Jaksel (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto menjelaskan secara lengkap kronologi aksi pengeroyokan terhadap remaja perempuan, DKR (16) hingga berujung pada penabrakan anggota Tim Perintis Presisi Polres Jakarta Selatan, Brikpa HY di depan Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Kejadian itu pada hari Kamis, 9 Juni kemarin, pukul 03.15 WIB, yang mana Tim Perintis Presisi Polres Jakarta Selatan melaksanakan patroli di wilayah hukum Polres Jaksel," ujarnya pada wartawan, Jumat (10/6/2022).

Dia menerangkan, tim yang beranggotakan 10 orang itu melihat adanya kerumunan orang tengah mengeroyok seorang perempuan, DKR di depan Masjid Al Azhar. Melihat adanya polisi, para pelaku berhamburan dan ada beberapa orang yang berniat kabur menaiki mobil jenis sedan. Sedangkan korban pengeroyokan, DKR ditinggalkan tergeletak di pinggir jalan.

"Tim lantas membagi anggota, ada yang mengejar dan menghentikan pelaku yang melarikan diri serta ada yang menolong korban," tuturnya.

Menurutnya, pengemudi mobil, MAZ malah tancap gas meski sudah diberikan tembakan peringatan ke arah atas oleh polisi menggunakan peluru karet hingga menabrak anggota polisi, Bripka HY yang berada di atas motor dan terseret mobil tersebut sejauh 5 meter. Polisi kembali melepaskan tembakan ke bagian kap mobil, tapi pelaku tetap tancap gas.

"Lalu, dilakukan tembakan berikutnya ke arah kaca belakang dan pada saat itu, mungkin sopirnya kaget akhirnya menghantam trotoar dan baru berhenti kendaraannya," ujarnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit mengungkapkan, sebelumnya para pelaku itu sempat ke kafe guna minum-minum hingga akhirnya bertemu dengan korban di lokasi kejadian. Di situ, terjadilah dugaan kasus pengeroyokan dengan korbannya DKR dan terjadi aksi perlawanan terhadap petugas hingga berujung aksi tabrak polisi dengan korban, Bripka HY. 

"Dia sempat berpindah tempat dari beberapa kafe dan mengonsumsi alkohol sehingga cukup terganggu kesadaran dia, jadi seperti itu dia ambil keputusan-keputusan seperti itu," katanya.

Dia menambahkan, aksi pengeroyokan itu sejatinya korban dan para pelaku saling mengenal. Aksi pengeroyokan terhadap korban oleh para pelaku itu bermotif saling bully, saling cemburu, dan berebut cowok di antara korban serta pelaku yang juga sama-sama berjenis kelamin perempuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini