Share

Penyebab Resto Padang Sajikan Menu Non-Halal Tuai Sorotan

Kiswondari, Sindonews · Jum'at 10 Juni 2022 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 338 2609444 minang-identik-dengan-islam-penyebab-nasi-padang-daging-babi-tuai-kecaman-VI0KfkW7mD.jpg Babi gulai (Foto: Babiambo)

JAKARTA - Restoran Padang Babiambo yang menyediakan menu olahan babi viral di media sosial. Bahkan, menuai beragam komentar menyesalkan pemilik restoran yang menyediakan menu tersebut.

Masakan Padang atau biasa dikenal dengan nasi Padang dengan aneka menunya sudah sangat menyatu dengan lidah masyarakat. Misalnya rendang dan gulai.

Padang merupakan daerah di Sumatera Barat. Minangkabau menjadi etnis muslim yang ada di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Resto Padang Jual Olahan Babi, Pemilik Mengaku Sudah Tutup sejak 2020, Ini Alasannya 

Keberadaan Restoran Padang yang dikenal dengan sajian menu halal menjadi sorotan saat menyajikan menu olahan daging babi. Bahkan, Anggota DPR RI dari asal Sumatera Barat (Sumbar) Guspardi Gaus mengaku kaget dan sangat prihatin mendengar kabar adanya restoran di kawasan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara itu.

Menurutnya, nasi padang dengan berbagai menunya merupakan produk kuliner dari Minangkabau dan dipastikan makanan yang halal. Tindakan pemilik restoran yang membawa-bawa nasi padang dengan menu babi tidak boleh dibenarkan dan dibiarkan.

"Apa maksud dan motif pemilik restoran menyediakan makanan non halal dengan menggunakan nama menu khas Minangkabau?" kata politisi PAN ini, Jumat (10/6/2022).

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Legislator yang bergelar Datuak Batuah itu menambahkan, masyarakat Minangkabau yang mayoritas muslim mempunyai filosofi Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

"Pemakaian nama menu nasi padang non halal jelas-jelas sebagai penghinaan dan melukai perasaan masyarakat Minang baik di ranah maupun dirantau," ujarnya.

Guspardi menduga, pemilik restoran memanfaatkan dan mendompleng ketenaran nasi padang untuk usahanya. Namun, mengabaikan etika dan merusak tradisi dan citra masakan padang serta menyalahi adat dan budaya masyarakat Minangkabau.

Anggota Komisi II DPR ini menegaskan, penggunaan identitas Minangkabau dalam menu masakan padang non halal ini jelas tidak lazim dan tidak bisa diterima. Untuk itu, ia meminta kepada pemilik restoran untuk meminta maaf atas kelancangannya menggunakan nama dan identitas Minang dengan menu makanan makanan berbahan babi dan makanan yang tidak halal dan pemilik segera menutup tempat usahanya.

"Kepada Pemprov DKI Jakarta diharapkan juga mencabut izin usaha yang memakai nama Babiambo tersebut. Tidak lupa diminta kepada Kementerian Informatika dan Informasi (Kominfo) juga bertindak dengan memblokir semua akun media sosial Babiambo, sebelum menimbulkan kegaduhan dan kekisruhan," pungkas anggota Baleg DPR RI.

Restoran tersebut diketahui aparat Polsek Kelapa Gading dan Satpol PP DKI mendatangi restoran tersebut dan melakukan penggeledahan. Sementara pemilik Restoran Padang Babiambo, Sergio juga dibawa ke Polsek Kelapa Gading.

Sergio pun meminta maaf atas perbuatannya. Ia mengaku tak ada niat melecehkan maupun menyakiti dan menyingung masyarakat. Sergio hanya ingin berinovasi.

"Saya pribadi mewakili brand sebelumnya yang disebut Babiambo yang pernah beroperasi selama berapa bulan ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya buat teman-teman atau saudara-saudara saya yang mungkin merasa tersinggung," ujar Sergio.

Sergio mengaku membuka usaha tersebut sejak awal pandemi Covid-19 di tahun 2020. Hal itu untuk menambah penghasilan di kala carut marut pandemi. Namun, kata Sergio usaha tersebut hanya bertahan selama 3 bulan saja.

Kala itu, pihaknya juga hanya berjualan secara online. Sergio juga mencantumkan di menunya bahwa masakah tersebut terdiri dari olahan daging babi.

"Karena saya pribadi suka banget sama masakan padang, seminggu minimal sekali saking cintanya. Cuman, kenapa kita tulis ada babinya di menunya, karena kita gak mau nanti ada orang yang makan gak tau itu ada mengandung babinya. Jadi, kita mau gak mau secara menu harus secara eksklusif ditulis ada baginya," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini