Share

Satu Tertangkap, Polisi Buru Dua Pelaku Penyerangan Pemukiman Warga di Jatinegara

Nur Khabibi, MNC Portal · Minggu 19 Juni 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 19 338 2614205 satu-tertangkap-polisi-buru-dua-pelaku-penyerangan-pemukiman-warga-di-jatinegara-FXKOEvvuVh.jpg Ilustrasi/ Doc: Nur Khabibi

JAKARTA - Polisi telah menangkap satu orang terduga pelaku penyerangan ke pemukiman warga di Jalan Kemuning Bendungan, RT 05/01, Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Petugas pun masih memburu terduga pelaku lain.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Budi Sartono menyatakan, polisi mencari dua tersangka lain dengan inisial ARS dan HD. Keduanya kini masuk dalam daftar pencarian orang.

"Untuk dua orang pelaku masih kita lakukan pengejaran," jelas Budi kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta, dikutip Minggu (19/6/2022).

Sebelumnya, polisi berhasil meringkus satu dari tiga pelaku yang menyerang permukiman warga di Jalan Kemuning Bendungan, RT05/01, Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur .

Lokasi tersebut merupakan tempat lokalisasi dan perjudian Gunung Antang yang kini tengah diresmikan menjadi Stasiun Matraman.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombel Pol Budi Sartono mengungkapkan satu pelaku berinisial SRD telah diamankan oleh jajarannya. Sedangkan, dua pelaku lainnya yakni ARS dan HD masih dalam pengejaran.

"SRD ditangkap karena terbukti melakukan pembacokan terhadap salah satu korban berinisial RMR, ia juga melakukan penembakan dengan menggunakan senjata api ke arah permukiman warga Kemuning Bendungan. Peluru hasil tembakan itu bahkan bersarang di kaca etalase salah satu toko hingga pecah," ujar Budi di Mapolres Metro Jakarta Timur, Sabtu (18/6/2022).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Dia menuturkan, ketiga pelaku melakukan penyerangan lantaran tidak terima adiknya dihakimi massa karena dituduh mencuri kotak amal masjid. Adik salah satu pelaku yang berinisial TT sempat terpergok warga lokalisasi Gunung Antang sedang mencuri kotak amal Masjid Al-Barokah yang letaknya dekat dengan permukiman warga RW 01 Kemuning Bendungan.

"Motif pelaku ialah dendam karena adiknya dikeroyok saat dituduh melakukan pencurian kotak amal. Akhirnya melakukan penyerangan," beber Budi.

Dalam penyerangan yang terjadi pada Minggu (12/6/2022) sekitar pukul 02.10 WIB, para korban yakni SA dan RMR mengalami luka bacok di bagian punggung, sementara SU menderita memar di lengan kiri akibat pukulan benda tumpul.

Ketika menciduk SRD, polisi menemukan barang bukti yakni satu senjata api rakitan jenis revolver, sembilan butir peluru, sebilah golok, dan satu butir proyektil peluru. Semua barang bukti tersebut telah diamankan guna sebagai alat bukti di persidangan nanti.

Atas terbuatannya, SRD dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, dan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang Menguasai Senjata Api Tanpa Hak. Pelaku terancam hukuman 5 tahun dan 20 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini