Share

Mahasiswi Cantik Tewas Menggigil di Apartemen Usai Disuntik Silikon di Bokong

Ari Sandita Murti, Sindonews · Rabu 22 Juni 2022 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 338 2616216 mahasiswi-cantik-tewas-menggigil-di-apartemen-usai-disuntik-silikon-di-bokong-mV7uTr7kR1.jpg Ilustrasi: Freepik

JAKARTA-Kematian mahasiswi cantik asal Jamblang, Cirebon, I (22) ternyata diduga karena suntik silikon yang dilakukan tersangka transpuan Lisa dan Bela. Padahal, tersangka tak memiliki kompetensi kesehatan apapun.

(Baca juga: Kasus Mahasiswi Cantik Tewas di Apartemen, Transpuan Lisa Praktik Suntik Silikon Belajar dari Youtube)

"Dari autopsi yang dilakukan RS Polri, diduga korban meninggal karena ada terhambatnya jaringan pada pantat korban di mana setelah kami lakukan pemeriksaan, pendalaman di situlah telah dilakukan penyuntikan tersangka Lisa itu," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto pada wartawan, Rahu (22/6/2022).

Budhi melanjutkan, tersangka Lisa merupakan pekerja salon yang memiliki jasa penyuntikan silikon dan cairan pembius serta obat kefarmasian lainnya.

Sedangkan Bela kata Budhi, adalah merupakan orang yang menjadi penghubung atau perantara korban dengan Lisa.

Usai menyuntik korban dengan cairan silikon di bagian pinggul dan bokongnya, kata dia, korban mengeluh menggigil kedinginan. Namun, tersangka justru ketakutan dan pergi meninggalkan korban begitu saja hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal beberapa hari kemudian.

"Karena kelalaiannya ini membuat korban meninggal dan dia mengedarkan alat kesehatan dan kefarmasian tanpa izin serta tanpa keahlian melakukan praktek kefarmasian," tuturnya.

Dia menambahkan, akibat perbuatanya tersebut, kedua tersangka dijerat pasal berlapis, pasal 359 KUHP Jo Pasal 197 dan pasal 198 UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan serta pasal 55 KUHP dan pasal 56 KUHP. Adapun ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

"Tersangka ini membeli cairan silikonnya juga dari online. Kami imbau pada masyarakat apabila ingin merekomendasikan kesehatan harus betul-betul memahami apakah yang direkomendasikan ini punya kompetensi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini