Share

Sidang Kasus Penganiayaan M Kece, Irjen Napoleon Emosi Gebrak Meja

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 23 Juni 2022 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 338 2616829 sidang-kasus-penganiayaan-m-kece-irjen-napoleon-emosi-gebrak-meja-JWX8AWDGC0.jpg Irjen Napoleon Bonaparte emosi gebrak meja saat sidang kasus penganiayaan M Kece. (MNC Portal/Ari Sandita)

JAKARTA - Terdakwa dugaan kasus penganiayaan terhadap M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte, tampak emosi dalam persidangan pemeriksaan saksi pelapor di PN Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022). Napoleon menggebrak meja dengan keras.

Napoleon emosi saat mencecar Kece dengan berbagai pertanyaan seputar Nabi Muhammad SAW. Misalnya saja saat Irjen Napoleon bertanya pada M Kece apakah mata Rasulullah SAW belo merah dan berkepala besar. Kece pun mengaku tak berkata begitu.

"Apakah saksi mengatakan Rasulullah itu berjalannya bungkuk? Apakah saksi mengatakan dasar saudara mengatakan itu adalah surat Al Jinn?" tanya Napoleon di persidangan, Kamis (23/6/2022).

"Saya tidak mengatakan demikian. Hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ke saya (melalui Youtube). Iya saya katakan Al Jinn ayat 19," jawab M Kece.

"Apakah saudara mengatakan Rasulullah berteman dengan jin? Apakah saudara saksi mengatakan kepada saya dan teman-teman bahwa Rasulullah itu justru menyembah jin, bukan menyembah Allah?" tanya Napoleon.

"Iya," jawab Kece lagi.

Kesal mendengar jawaban M Kece itu, Irjen Napoleon pun menggebrak mejanya dengan keras meluapkan emosinya hingga membuat suasana di persidangan menjadi tegang dan hening. Tak lama, pengunjung sidang langsung ramai sambil berteriak penista agama dan bertakbir. Tim pengacara juga menyebutkan M Kece seorang pembohong.

Majelis hakim pun menenangkan suasana dan meminta para audiens, terdakwa, dan tim pengacaranya untuk tenang dan berkepala dingin. Irjen Napoleon meminta maaf atas perbuatannya yang menggebrak meja itu.

"Saya sudah terlalu sering dihina oleh publik dengan kasus yang sama, saya diam. Namun, apabila junjunganku dinista, percuma solatku, percuma hajiku, percuma semua ya Allah. Saya tidak sanggup untuk menerima ya Allah, orang yang ketawa-ketawa, dihina akidahnya lebih baik dia berkain kafan daripada hidup," kata Napoleon.

"Tolong sidang ini sudah baik di awal, tenang, ini dilihat orang banyak," kata hakim Djuyamto menengahi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini