Share

Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Bogor Telan Satu Korban Jiwa dan Satu Orang Hilang

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 23 Juni 2022 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 338 2617018 banjir-bandang-dan-tanah-longsor-di-bogor-telan-satu-korban-jiwa-dan-satu-orang-hilang-nr1LHaE9DW.jpg Ilustrasi/ Foto: Dimas Choirul

JAKARTA - Seorang warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang dalam peristiwa banjir dan tanah longsor yang terjadi di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (22/6/2022).

 BACA JUGA:Banjir dan Longsor Terjang Pamijahan Bogor, Rumah Warga Rusak dan Dua Jembatan Putus

Berdasarkan laporan terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, jazad korban ditemukan oleh tim evakuasi gabungan dalam kondisi tertindih material, setelah diduga terseret arus banjir bandang.

"Sedangkan satu warga yang masih dinyatakan hilang hingga saat ini masih dalam pencarian," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).

BPBD Kabupaten Bogor mencatat, sedikitnya ada 20 KK terdampak dan 52 KK/172 jiwa terpaksa harus mengungsi. Bencana banjir bandang dan tanah longsor itu juga menyebabkan 18 unit rumah rusak berat, 2 unit rumah rusak ringan dan 4 jembatan putus.

 BACA JUGA:Jasad Korban Tenggelam di Pantai Padanggalak Ditemukan Petugas

"Hasil laporan visual dari lapangan menunjukkan bahwa tim gabungan harus berupaya melewati lereng sungai yang mengalami longsor untuk mencapai titik lokasi permukiman warga terdampak. Sulitnya medan yang dilalui menjadi kendala dalam proses evakuasi dan kaji cepat," tuturnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hari ini mengeluarkan peringatan dini cuaca yang mana hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bogor hingga Jumat (23/6/2022).

 BACA JUGA:Sebaran Kasus Covid-19 di 34 Provinsi 22 Juni 2022, Jakarta Masih Tertinggi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat dapat melakukan segala upaya yang merujuk pada mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan seperti normalisasi sungai, susur sungai, pembersihan sungai dari sumbatan sampah, sosialisasi kepada masyarakat dan memantau perkembangan cuaca secara berkala.

Dia berpesan agar masyarakat yang tinggal di sekitar lereng tebing dan bantaran sungai lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam, maka diimbau agar evakuasi sementara secara mandiri ke lokasi yang lebih aman," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini