Share

Modus Perampok Modal Airsoft Gun di Jaktim, Ternyata Sudah Menjarah 20 Minimarket

Muhammad Farhan, MNC Portal · Jum'at 24 Juni 2022 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 338 2617663 modus-perampok-modal-airsoft-gun-di-jaktim-ternyata-sudah-menjarah-20-minimarket-EN8GJK7Kes.jpg Modus perampok minimarket terungkap. (Foto: M Farhan)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Timur mengungkap motif dan modus operasi dua perampok minimarket yang diduga beraksi menggunakan senjata api dan penyiraman bensin. Senpi yang digunakan merupakan airsoft gun dan bensin jenis pertalite digunakan untuk mengancam membakar minimarket.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Budi Sartono menjelaskan dua perampok yang telah diringkus oleh jajarannya tersebut telah merampok enam minimarket di wilayah Jakarta Timur dan 20 minimarket di seluruh wilayah yakni Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Alhamdulillah kemarin sudah kita tangkap yang bersangkutan tersangka atas nama BS dan AH kita tangkap di daerah Tegal, Jawa Tengah," ujar Kombes Budi saat jumpa pers di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (24/6/2022).

 Baca juga: Polisi Amankan 2 Perampok Rumah Wanita Muda di Ciledug

Budi mengungkapkan, modus operandinya salah satu pelaku menyiram bensin dan pelaku lainnya menodong ke arah kasir menggunakan airsoft gun.

"Jadi dengan modus yang pelaku pertama, menyiram memakai pertalite atau bensin terhadap kasir. Yang satunya lagi menodong pakai airsoft gun. Dan mengancam akan membakar jika tak diberikan uang di kasir," kata Budi.

Sebelum beraksi, pelaku menyurvei lokasi sembari memantau situasi. {ara pelaku begitu berpengalaman lantaran residivis yang pernah diciduk di Pondok Gede, Kota Bekasi.

"Jadi yang pasti pelaku itu muter, dia melihat situasi, mengenali wilayah, tersangka ini residivis sebelumnya di Pondok Gede. Mereka sudah terbiasa memantau, menggambar situasi wilayah sehingga tersangka ini melakukan aksi secara random acak tergantung tempat-tempat yang sepi," ucap Budi.

Atas perbuatan kedua pelaku, Budi menjelaskan pasal sanksi yang dipersangkakan yakni 365 KUHP atas pencurian dengan kekerasan; pasal 368 KUHP atas pemerasan dan juga pasal 1 Undang-Undang darurat No 12 tahun 1951 tentang kedapatan membawa/memiliki senjata air soft gun. Dari pasal yang disangkakan, masing-masing pelaku dijerat ancaman pidana penjara masing-masing 9 tahun dan 10 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini