Share

Terungkap! Gembong Perampok Minimarket Jaktim Gunakan Sepeda Motor yang Sama, Hanya Berganti Pelat Nopol

Muhammad Farhan, MNC Portal · Jum'at 24 Juni 2022 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 338 2617741 terungkap-gembong-perampok-minimarket-jaktim-gunakan-sepeda-motor-yang-sama-hanya-berganti-pelat-nopol-YuAvw6Ioa4.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Timur menggelar jumpa pers penangakapan dua perampok yang telah menggarong sejumlah minimarket di Jakarta Timur. Aksi perampok yang bermodal airsoft gun dan bensin pertalite itu diketahui telah menggasak minimarket lainnya di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

 BACA JUGA:Ketua DPD RI Minta RUU Koperasi Lindungi Pelaku UMKM

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Budi Sartono menjelaskan kedua pelaku selalu beraksi dengan sepeda motor jenis matic yang sama ketika melarikan diri selepas melancarkan aksi rampoknya.

Namun, karena berganti wilayah target operasi, Budi mengungkapkan mereka selalu mengganti plat nomor polisi (nopol) sepeda motornya.

"Kendaraan pelaku adalah milik sendiri berjenis sepeda motor matic bermerek Honda Beat dengan nopol aslinya B 5206 TIH. Karena berganti wilayah, mereka ubah plat kendaraan, tadi ada plat G dan Plat B juga," kata Kombes Budi saat memberikan keterangan pers di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (24/6/2022).

 BACA JUGA:Bantu Bocah Pemulung Viral, Kapolsek Banjarsari Akan Patungan Biayai Sekolahnya

Budi menjelaskan jajarannya berhasil mengamankan sejumlah plat nomor di kontrakan persembunyian pelaku yakni daerah Drampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Adapun plat nomornya yakni B 4274 TMT; B 5589 EKS; B 5206 TKH; B 5412 TJL dan G 5913 OK telah diamankan pihak Polres Metro Jakarta Timur.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Budi mengungkapkan kedua pelaku yakni Bayu Segoro alias BS dan Andre Hariyanto alias AH, telah merampok sejak 2018. Salah satu dari keduanya merupakan residivis yang telah beraksi sama di Pondok Gede, Kota Bekasi.

 BACA JUGA:Beraksi sejak 2018, Perampok Minimarket Jaktim Mengaku untuk Kebutuhan Sehari-hari

"Jadi yang pasti pelaku itu muter, dia melihat situasi, mengenali wilayah, salah satu tersangka ini residivis sebelumnya di Pondok Gede, yakni BS. Jadi BS sudah terbiasa memantau, menggambar situasi wilayah sehingga tersangka ini melakukan aksi secara random acak tergantung tempat-tempat yang sepi," beber Budi.

Atas perbuatan kedua pelaku, Budi menjelaskan pasal sanksi yang dipersangkakan yakni 365 KUHP atas pencurian dengan kekerasan; pasal 368 KUHP atas pemerasan dan juga pasal 1 Undang-Undang darurat No 12 tahun 1951 tentang kedapatan membawa/memiliki senjata air soft gun. Dari pasal yang disangkakan, masing-masing pelaku dijerat ancaman pidana penjara masing-masing 9 tahun dan 10 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini