Share

3 Sapi di Jakarta Utara Alami Gejala PMK

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Sabtu 25 Juni 2022 03:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 338 2617885 3-sapi-di-jakarta-utara-alami-gejala-pmk-eUChvdFqLx.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian ( Sudin KPKP) Jakarta Utara melaporkan temuan tiga ekor sapi diduga mengalami gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).

Adapun ketiga sapi yang diduga mengalami gejala PMK ditemukan di salah satu lokasi penampungan di Koja, Jakarta Utara. Ketiganya langsung dikarantina dan dipisahkan dengan hewan ternak lainnya.

"Ditemukan ada 3 ekor sapi dengan gejala klinis PMK itu adalah lesi pada gusi pokoknya gusinya, nostril (bagian hidung) kaki itu adanya di tempat penampungan atas nama Pak Fadil di daerah Tugu," kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) KPKP Jakarta Utara, Unang Rustanto saat dihubungi, Jumat (24/6/2022).

 BACA JUGA:Update PMK 24 Juni 2022: 254.553 Sakit, 82.185 Sembuh dan 1.421 Ekor Mati

Sementara itu, Staf Pemeriksa Hewan Kurban dari Dinas KPKP Jakarta Utara, Agus, mengatakan pihaknya telah melaporkan temuan ini melalui aplikasi integrated Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS). Kemudian, petugas dari Balai Besar Penelitian Veteriner bakal mengambil sampel untuk pengujian klinis.

"Kita punya kewajiban lapor melalui aplikasi iSIKHNAS. Harapannya, turun dari Balai Veterinarian mengambil sampel, lakukan PCR terhadap sapi yang diduga untuk menentukan diagnosa apakah positif PMK atau tidak," ucap Agus.

 BACA JUGA:8 Kecamatan di Bantul Zona Merah PMK Hewan Ternak, Jumlahnya di Atas 100

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Lebih lanjut, Agus memaparkan ketiga sapi yang merupakan suspek PMK berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketiga sapi yang diduga mengalami gejala PMK akan dikarantina selama 14 hari hingga hasil pengujian klinis keluar, ketiga sapi itu masih berstatus sebagai suspek PMK.

"Hewannya langsung dikarantina, dipisahkan, diisolasi dijauhkan dengan hewan lainnya supaya tidak menular. Kemudian dilakukan tindakan pengobatan, pemberian multivitamin dan antinyeri," ujarnya.

"Suspek PMK. Kepastian penyakitnya harus uji laboratorium. Makanya kita kirim laporan ke kementerian," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini