Share

Ini Motif Holywings Promosikan Miras Berbau SARA

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 24 Juni 2022 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 338 2617886 ini-motif-holywings-promosikan-miras-berbau-sara-1wXw82Lmun.JPG Kapolres Metro Jaksel, Kombes Budhi Herdi saat jumpa pers kasus Holywings (foto: MPI/Ari)

JAKARTA - Polisi menyebutkan, motif Holywings mengunggah konten promosi miras berbau SARA guna menarik pengunjung pada outlet-outlet yang dianggap penjualannya masih di bawah target 60%.

"Motif awal mereka buat konten ini untuk menarik minat para pengunjung terhadap outlet-outlet yang dianggap penjualannya masih di bawah target 60 persen. Namun demikian, kita akan terus dalami motif lainnya," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto pada wartawan, Jumat (24/6/2022).

 BACA JUGA:Jadi Tersangka Kasus SARA, 6 Karyawan Holywings Terancam 10 Tahun Penjara

Menurutnya, polisi masih mendalami apakah ada alasan khusus lainnya mengapa sampai para tersangka itu menggunakan nama Muhammad dan Maria dalam promosinya. Adapun promosi miras berbau SARA itu sejatinya dilakukan secara bersama-sama oleh enam orang tersangka, hanya saja keputusan akhirnya harus disetujui oleh Direktur Kreatif Holywings berinisial EJD (27) tersebut.

"6 tersangka ini punya peran dan tugas masing-masing, jadi ujungnya adalah produk tadi, even promosi yang mereka sampaikan. Namun, dalam prosesnya mereka saling berdiskusi, saling menyampaikan dan semacamnya, terakhir mengambil keputusan Direktur Kreatif yang menyetujui atau tidak terhadap apa yang dihasilkan staf di bawahnya," katanya.

 BACA JUGA:Buntut Promosi Miras Beralkohol, 6 Karyawan Holywings Jadi Tersangka

Dia menambahkan, promosi tersebut baru diunggah beberapa waktu lalu untuk hari Kamis, 23 Juni 2022 kemarin, hanya saja kasus tersebut lebih dahulu diungkap polisi. Alhasil, belum diketahui apakah promosi tersebut menaikan jumlah pelanggan Holywings ataukah tidak.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Perlu diketahui, polisi menetapkan enam orang tersangka terkait kasus promosi miras berbau SARA, yang dilakukan tim kreatif Holywings di media sosial. Kini, keenam orang tersebut dikenakan pasal berlapis dan terancam hukuman 10 tahun penjara.

Keenam tersangka, yakni EJD (27), NDP (36), DAD (27), EA (22), A (25), dan AAM (25). Keenamnya dikenakan pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI No. 1 tahun 1946, pasal 156 atau pasal 156 A KUHP. Lalu, pasal 28 ayat 2 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE. Lalu, Juncto pasal 56 KUHP yang mana mereka melakukan perbuatan pidananya itu secara bersama-sama.

Telah diduga terjadi tindak pidana dengan sengaja menyiarkan berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat ataupun setiap orang dengan sengaja tanpa hak menyebabkan informasi yang ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras atau golongan (SARA).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini