Share

HUT ke-495 Jakarta, Budayawan Ungkap 3 Unsur Agar Kebudayaan Betawi Tetap Bertahan di Ibu Kota

Natalia Bulan, Okezone · Sabtu 25 Juni 2022 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 338 2618086 hut-ke-495-jakarta-budayawan-ungkap-3-unsur-agar-kebudayaan-betawi-tetap-bertahan-di-ibu-kota-6YvJq70hDd.jpg Budayawan Betawi Syaiful Amri/YouTube Layanan Jakarta

JAKARTA - Budayawan Betawi Dr. Syaiful Amri mengatakan keberlangsungan kebudayaan dan kesenian Betawi di Jakarta saat ini sudah maju.

Hal ini ia katakan melalui acara yang digelar oleh Layanan Jakarta on TV berjudul Siape Bilang Anak Betawi Enggak Berbudaye? yang ditayangkan di YouTube hari ini, Sabtu (25/6/2022).

"Kalau melihat potret tentang budaya Betawi sendiri menurut saya sekarang sudah agak lebih maju," ungkap Syaiful Amri.

Hal ini dikarenakan di tahun 2015 sudah diluncurkan Perda No. 4 tentang Pelestarian Budaya Betawi dan berlanjut di tahun 2016 sudah ada Pergub No. 299 tentang Pelestarian Budaya Betawi, serta Pergub No. 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi.

"Artinya saya melihat bahwa potret budaya Betawi ini sekarang semakin semarak dan semakin diminati. Artinya harus betul-betul orang Betawi sendiri yang betul-betul menjadi tuan rumah sendiri di kampungnya sendiri," imbuhnya.

Menurutnya, Jakarta adalah kota yang sangat urban yang artinya pemerintah tidak serta merta hanya ingin melestarikan budaya Betawi saja, tapi juga ada budaya-budaya lain yang juga bermukim di Jakarta yang tetap harus dikembangkan.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Ia mengatakan bahwa persaingan tersebut adalah sebuah persaingan sehat karena akan mendorong tokoh-tokoh budaya Betawi untuk terus berinovasi mencari hal-hal yang baru sehingga bisa jadi tuan rumah di kampungnya sendiri.

Ia juga menjelaskan tiga unsur bagaimana agar Budaya Betawi tetap lestari di Jakarta.

"Yang pertama adalah pemerintah, bagaimana pemerintah ini harus bisa memfasilitasi para seniman, dikasih ruang, dikasih tempat sehingga mereka tetap bisa berkarya," jelasnya.

"Kemudian si seniman itu sendiri, seniman itu juga harus tetap berinovasi. Kita tahu kalau seni tradisi selalu menampilkan hal yang itu-itu saja. Saya pikir tidak, tetap harus mengikuti perkembangan zaman," tambah Syaiful Amri.

"Lalu yang nomor tiga itu adalah masyarakat, masyarakat di sini juga harus bisa memberikan apresiasi kepada seniman dan tetap harus bisa bagaimana merespons saat seniman berkarya, masyarakat harus bisa mengapresiasi," jelasnya.

Menurutnya, jika tidak ada apresiasi dari masyarakat pun, sebuah kebudayaan juga bisa hancur karena tidak ada lagi yang tertarik untuk melestarikannya.

Ia berharap tiga unsur ini bisa sama-sama saling bekerja sama untuk menjaga dan melestarikan Budaya Betawi agar tidak hilang begitu saja untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini