Share

Pencarian Korban Longsor di Pamijahan Bogor Kembali Dilanjutkan

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 25 Juni 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 338 2618092 pencarian-korban-longsor-di-pamijahan-bogor-kembali-dilanjutkan-0AXwWjWV98.jpg Pencarian korban longsor di Pamijahan, Bogor (Foto: Putra R)

BOGOR - Pencarian orang hilang tertimbun longsor bernama Umar (42) di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kembali dilanjutkan. Tim SAR terus berupaya maksimal mencari korban.

"Pencarian hari ini tetap kami lanjutkan. Jadi, kami maksimalkan untuk hari ini. Karena ini sudah masuk hari ke-3. Kami berusaha untuk menemukan korban," kata Kasiops dan Siaga Basarnas Jakarta Agung Priambodo kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022).

BACA JUGA:4 Kabupaten di Sulteng Rawan Banjir dan Longsor, di Mana Saja? 

Agung mengatakan, tembok bangunan rumah korban sudah mulai terlihat oleh petugas. Sehingga, petugas akan menggali titik yang diduga lokasi korban.

"Hari terakhir kami pencarian kemarin itu tembok dari rumah itu (korban tertimbun) sudah terlihat. Akan kita gali terus, karena diduga di situ titik ada korbannya. Jadi, untuk hari ini kami maksimalkan kembali di titik tersebut agar kami bisa buka akses, kita bongkar. Mudah-mudahan korban benar-benar berada di situ di dalam rumah yang diduga terakhir terlihat," ujarnya.

Pencarian rencananya juga akan mengerahkan alat berat berupa beko kecil. Hal itu diperlukan untuk membantu mengangkat material longsor dan puing bangunan.

"Jadi, kemarin kita pakai beko yang besar, ternyata tidak masuk ke lokasi karena terhalang batu besar. Jadi untuk hari ini saran operator, mereka mau menggunakan beko kecil agar bisa naik," ujarnya.

BACA JUGA:Kondisi Rumah Korban Banjir dan Longsor di Bogor Memprihatinkan, Warga Terpaksa Mengungsi 

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Namun, lanjut Agung, tidak dipungkiri bahwa medan yang cukup berat menjadi kendala petugas dalam pencarian. Terlebih tanah di lokasi masih labil sehingga khawatir terjadi longsor susulan.

"Kalau di sana tuh daerah yang labil ya. Tanahnya tuh tanah labil, terus juga masih rawan longsor lah. Jadi kalau sudah hujan aja, kita sudah mulai minggir gitu, sudah mulai kita tarik. Karena ada beberapa titik yang sedikit mulai longsor-longsor. Juga dari awal kejadian itu perkiraan (timbunan longsor) 3 sampai 4 meter dari dasar rumah ke atas," tuturnya.

Pencarian korban ini sedianya dilakukan selama tujuh hari sesuai SOP tetapi masih akan melihat perkembangan. Diharapkan, korban tertimbun segera ditemukan dan pencarian berjalan aman.

"Standar pencarian, SOP kami lakukan selama 7 hari, nanti kita lihat perkembangannya. Kalau untuk pencarian, selagi masih terang cuacanya terus pandangan masih terlihat, kita masih melakukan pencarian. Tapi kalau melihat karakteristik daerah sini, setelah siang atau sekitar jam 2 ke atas sudah mulai hujan. Tapi nanti kita lihat situasinya. Kalau memang sampai pukul 4-5 sore masih terang, kita lanjutkan sampai pukul segitu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini