Share

Antisipasi Digeruduk Massa, Polisi Berjaga di Holywings Tanjung Duren

Dimas Choirul, MNC Media · Minggu 26 Juni 2022 02:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 26 338 2618298 antisipasi-digeruduk-massa-polisi-berjaga-di-holywings-tanjung-duren-JTD07cQC9w.jpg Polisi berjaga di Holywings Tanjung Duren. (Ilustrasi/MNC Portal)

JAKARTA - Jajaran Polsek Tanjung Duren melakukan penjagaan di salah satu cabang Holywings di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya massa yang menggeruduk.

"Kita lakukan antisipasi saja, memastikan HW (Holywings) tutup, dan tidak ada gesekan dengan ormas," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, Iptu Tri Bintang Baskoro saat dikonfirmasi, Sabtu (25/6/2022).

Ia mengatakan, pihaknya mengerahkan sejumlah anggota di sana. Sejauh ini, kata dia, kondisi dan situasi di sekitar lokasi masih kondusif.

"Situasi kondusif, outlet tutup, hanya ada beberapa security di HW yang berjaga," lanjutnya.

Sebelumnya, Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta menggeruduk 3 Holywings di Jakarta, Jumat (24/6/2022) malam. Tiga titik Holywings didatangi yakni Holywings Gunawarman, Holywings Senayan Park Mall, serta Holywings Gatot Soebroto Club V.

Mereka kesal dengan adanya promosi minuman keras (miras) yang menyematkan nama 'Muhammad' dan 'Maria' oleh restoran, kelab malam, dan bar, Holywings.

 BACA JUGA:Geruduk Holywings, GP Ansor Jakarta Ternyata Belum Izin ke Gus Yaqut

Dalam kasus ini, pihak kepolisian telah menetapkan enam orang tersangka terkait kasus promosi miras berbau SARA, yang dilakukan tim kreatif Holywings di media sosial. Kini, keenam orang tersebut dikenakan pasal berlapis dan terancam hukuman 10 tahun penjara.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Keenam tersangka itu adalah EJD (27), NDP (36), DAD (27), EA (22), A (25), dan AAM (25). Keenamnya dikenakan pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI No. 1 tahun 1946, pasal 156 atau pasal 156 A KUHP. Lalu, pasal 28 ayat 2 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE. Lalu, Juncto pasal 56 KUHP yang mana mereka melakukan perbuatan pidananya itu secara bersama-sama.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto menyebut, motif Holywings mengunggah konten promosi miras berbau SARA guna menarik pengunjung pada outlet-outlet yang dianggap penjualannya masih di bawah target 60%.

"Namun demikian, kita akan terus dalami motif lainnya," ujar Budhi kepada wartawan, Jumat (24/6/2022).

6 tersangka ini punya peran dan tugas masing-masing, jadi ujungnya adalah produk tadi, even promosi yang mereka sampaikan. Namun, dalam prosesnya mereka saling berdiskusi, saling menyampaikan dan semacamnya, terakhir mengambil keputusan Direktur Kreatif yang menyetujui atau tidak terhadap apa yang dihasilkan staf di bawahnya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini