Share

Anies Sebut Perubahan Nama 22 Jalan di Jakarta Baru Gelombang Pertama

Carlos Roy Fajarta, · Senin 27 Juni 2022 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 338 2618875 anies-sebut-perubahan-nama-22-jalan-di-jakarta-baru-gelombang-pertama-4fU4sx2aAO.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan (foto: MPI/Carlos)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan kebijakan perubahan 22 nama jalan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu, merupakan gelombang pertama.

Hal tersebut dia sampaikan saat melaksanakan konferensi pers Penggantian Nama Jalan di Pendopo Balaikota DKI Jakarta, Senin (27/6/2022) pagi.

 BACA JUGA:Anies Bilang Perubahan Nama Jalan di Jakarta untuk Hormati Pahlawan yang Berjasa

Dalam kesempatan tersebut hadir pula menemani Anies Baswedan yakni Kakorlantas Irjen Pol Firman Santyabudi, Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono, dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta Dwi Budi Martono.

"(Perubahan nama jalan di ibukota) Ini dilakukan serempak supaya memudahkan administrasinya. Tapi ini tidak selesai di sini. Ini gelombang 1, nanti kita akan teruskan sampai tuntas," ungkap Anies Baswedan.

 BACA JUGA:Wagub DKI: Proses Pergantian Nama Jalan Sudah Dipertimbangkan dengan Matang

Pihaknya melakukan perubahan jalan tersebut sebagai bentuk untuk menghormati, mengenang, sekaligus menjadikan mereka inspirasi bagi generasi muda dengan mengabadikan nama mereka menjadi nama jalan di kota Jakarta.

"Jadi ini akan mencerminkan di kota kita ini, ada begitu banyak pribadi-pribadi yang berjasa. Ini adalah kota di mana perjuangan itu dilakukan dan berkumpul begitu banyak pahlawan dan begitu banyak pribadi berjasa," ujar Anies.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Anies menyebutkan, karena itulah pihaknya melihat jasa mereka yang sudah tiada. Sehingga penamaan nama jalan di Jakarta, praktis jalan-jalan ini berusia cukup panjang. Karena penamaan baru hampir tidak ada, pada saat dahulu jalan-jalan tersebut diberi nama mereka masih hidup. Sekarang pribadi-pribadi berjasa tersebut sudah tiada.

Anies menegaskan, kebijakan pergantian nama jalan tersebut tidak akan merepotkan warga.

"Pesan utamanya adalah, ini tidak akan merepotkan bagi warga, semua pergantian akan dilakukan secara pro aktif dukcapil terkait kependudukan. Jadi bila nanti ada urusan, datang baru berganti," tutur Anies Baswedan.

Anies menegaskan, semua yang saat ini tercatat di KTP, KK, dokumen tanah, dokumen kendaraan bermotor semuanya masih sahih dan tidak ada yang berubah.

"Nanti bersamaan dengan berakhirnya masa validitas dokumen, ketika diganti dokumen baru, barulah nama baru itu dimasukkan. Kecuali mau proaktif mendatangi dan mengubahnya. Jadi intinya seperti itu," terangnya.

Anies berharap dengan klarifikasi tersebut dapat membuat masyarakat semakin menghargai pribadi-pribadi berjasa dan menjadikan pribadi tersebut sebagai inspirasi generasi masa depan.

"Saya rasa cukup jelas ini semua. Saya berharap yang begitu clear, bahwa ini tidak membebani untuk masyarakat. Dan harapannya nanti Jakarta makin mencerminkan sebagai kota yang menghormati pribadi-pribadi yang berjasa dan menjadikan pribadi yang berjasa itu sebagai inspirasi bagi generasi ke depan, terima kasih," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini