Share

Gelar Pesta Prostitusi Bungkus Night, Pemprov DKI Pidanakan Badan Usaha Hamilton Spa

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 27 Juni 2022 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 338 2618916 gelar-pesta-prostitusi-bungkus-night-pemprov-dki-pidanakan-badan-usaha-hamilton-spa-W4GyoqzqpB.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Selain melakukan penutupan secara permanen tempat usaha Hamilton Spa & Massage di Ruko Grand Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Pemprov DKI juga akan berencana memidanakan badan usaha griya pijat tersebut karena menggelar pesta prostitusi Bungkus Night.

(Baca juga: Viral Pesta Prostitusi Bungkus Night, Pemprov DKI Resmi Cabut Izin Hamilton Spa)

"Kami telah melakukan koordinasi dengan Korwas PPNS di Polda Metro Jaya, jika dimungkinkan kita akan kenakan sanksi tindak pidana pelanggaran Perda terhadap badan usahanya karena orang perorangnya sudah diproses di kepolisian," ujar Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, pada wartawan, Senin (27/6/2022).

Dikatakan, badan usaha Hamilton Spa & Massage telah terbukti melakukan pelanggaran Perda dan Pergub sehingga pihaknya menutup permanen griya pijat tersebut. Namun, Pemprov DKI Jakarta tak berniat berhenti begitu saja dalam memberikan sanksi, tapi berencana menerapkan tindak pidana terhadap pelangagran Perda sesuai diatur dalam Perda No. 8 tahun 2007.

"Di dalam perda 8 tahun 2007, ada pasal yang mengatur tentang tertib berusaha, apabila ada tahap tentang ketentuan pasal itu ada sanksi pidana kurungan (penjara), disana ada kurungan 60 hari atau denda maksimal Rp 50 juta," katanya.

Pihaknya juga berkoordinasi lebih lanjut dengan Korwas PPNS Polda Metro Jaya guna menentukan bisa tidaknya penerapan aturan tersebut, apakah badan usaha Hamilton Spa & Massage itu bisa atau tidak dikenakan sanksi hukuman penjara atau denda. Jika bisa, Satpol PP DKI Jakarta pun bakal segera memberlakukannya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait dengan kasus ini.

Mereka adalah ODC selaku Direktur Operasional atau penanggung jawab acara, DL Manajer Regional, AK Tim Kreatif yang membuat konten, dan MI yang memposting acara tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini