Share

Kronologi Pria Lecehkan Anak di Mal Bintaro Xchange, Ini Gelagat Aneh Pelaku

Hambali, Okezone · Senin 27 Juni 2022 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 338 2619107 kronologi-pria-lecehkan-anak-di-mal-bintaro-xchange-ini-gelagat-aneh-pelaku-jD5MzN5vbG.jpg Pelaku pelecehan seksual anak di mal. (Foto: Tangkapan layar viral)

TANGSEL - Polisi mengungkap kronologi tindakan pelecehan yang dilakukan seorang pria terhadap beberapa anak-anak di dalam Mal Bintaro Xchange, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Pelaku berinisial ABS (33) langsung diamankan sekuriti mal, lalu dibawa ke Mapolres Tangsel, Minggu 26 Juni 2022 malam. Dari pemeriksaan diketahui pelaku tengah mengidap gangguan kejiwaan.

Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu menjelaskan, kejadian itu berlangsung sekira pukul 16.00 WIB, di mana Ibu korban berinisial DY(23) memergoki pelaku meraba bagian bawah pusar anaknya berinisial AMA berusia 7 tahun.

"Karena tidak terima, kemudian pelapor menanyakan apa maksud pelaku meraba bagian bawah pusar anaknya, namun pelaku malah pergi meninggalkan pelapor sambil mengatakan ‘maaf’, kemudian pelapor tetap mengejar pelaku yang berjalan cepat meninggalkan pelapor," kata Sarly, Senin (27/06/22).

Ibu korban beserta beberapa orang tua korban lainnya coba mengejar pelaku yang bergegas menaiki tangga eskalator ke lantai atas. Kejadian itu sempat direkam oleh ibu korban dan diunggah ke media sosial.

 Baca juga: Bejat! Mimpi Basah Jadi Alasan Pria di Garut Setubuhi Anaknya hingga Hamil

"Atas kejadian tersebut pelapor meminta kepada sekuriti Mal Bintaro Exchange untuk mengamankan pelaku di pos sekuriti Mal Bintaro Exchange. Selanjutnya pelapor dengan didampingi saksi dan sekuriti Mal Bintaro Exchange membawa pelaku ke Polres Tangerang Selatan," jelasnya.

Saat di ruangan penyidik, pelaku didapati sudah dalam keadaan buang air besar di celana. Gelagat aneh pelaku juga membuat petugas curiga hingga langsung memeriksa kondisi kejiwaannya.

"Pelaku dalam keadaan buang air besar di celana dan bertingkah aneh. Kemudian kita memanggil keluarga pelaku, dan hasil pemeriksaan terhadap keluarga pelaku didapati bahwa pelaku sedang dalam pengobatan karena gangguan mental, dibuktikan dengan bukti riwayat pengobatan ke psikiater dan MRI dari Rumah Sakit Pondok Indah," ungkap Sarly.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Polisi selanjutnya melakukan mediasi antara keluarga pelaku dan keluarga pelapor. Pada hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa Dharma Graha Serpong untuk dilakukan pengobatan.

"Jadi pelaku saat ini sudah dibawa ke ke Rumah Sakit Jiwa Dharma Graha Serpong untuk dilakukan pengobatan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini